Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 16 Oktober 2017 | 20:51 WIB
  • Kepulauan Indonesia Bagian Tengah Penuh 'Keajaiban'

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Kepulauan Indonesia Bagian Tengah Penuh 'Keajaiban'
Photo :
  • VIVAnews/Fernando Randy
Ketua Research Center for Climate Change Universitas Indonesia, Jatna Supriatna.

VIVA.co.id – Alam Indonesia terkenal dengan keanekaragaman hayatinya dengan beragam keunikan. Hal ini yang disinyalir mengilhami Alfred Russel Wallace untuk mendokumentasikan penjelajahan ilmiahnya ke Indonesia (era penjajahan bernama Hindia Belanda).

Selama delapan tahun, yaitu dari 1854 hingga 1862, ilmuwan asal Inggris itu tinggal dan menjelajahi kepulauan Indonesia, menulis buku The Malay Archipelago, dan mencatatkan Ternate ke dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan hayati.

Ketua Research Center for Climate Change Universitas Indonesia, Jatna Supriatna, menjelaskan kepulauan Indonesia bagian tengah, yakni Jawa, Bali, Kalimantan bagian barat hingga Papua, wilayah paling timur, adalah area yang 'penuh keajaiban'.

Sebab, wilayah tersebut dianggap sebagai sebuah laboratorium hidup untuk mempelajari evolusi.

"Daerah ini dinamai Wallacea yang diambil nama penemunya, Alfred Russel Wallace. Ia adalah seorang penjelajah dan naturalis dari Inggris yang hidup di abad ke-19. Wallace juga mengembangkan teori seleksi alam," katanya, di Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.

Pria yang juga menjadi guru besar Biologi Konservasi UI ini menjelaskan, dari petualangan dan penelitiannya tersebut Wallace menyadari adanya perbedaan karakteristik antara hewan-hewan di Kalimantan dan Sulawesi, serta Bali dan Lombok.

"Ia mengajukan teori bahwa ada garis tak kasat mata yang membujur antara Kalimantan dan Sulawesi, Bali dan Lombok, yang memisahkan fauna dari pulau-pulau tersebut. Garis tak kasat mata itu sekarang dikenal sebagai Garis Wallace/Wallacea," ungkap Jatna.

Wallacea meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, berbagai pulau kecil dan sedang di timur dan selatan Sulawesi, pulau-pulau “Busur Banda”, serta pulau-pulau Sunda Kecil atau Nusa Tenggara.

Jatna mendeskripsikan Wallacea sebagai zona transisi antara daerah biogeografis Indo-Malaya Raya and Australasia. Jutaan tahun berada dalam relatif isolasi menghasilkan fauna endemik yang luar biasa untuk berkembang.

Di Kalimantan dan Bali, kata Jatna, hidup hewan-hewan seperti macan, badak, dan gajah. Akan tetapi keberadaan mereka terancam kian punah lantaran populasi manusia bertambah.

Sedangkan Sulawesi dan Lombok ke arah timur dari Kepulauan Maluku, hewan yang ditemukan seperti marsupial, beragam monyet yang berwajah tak biasa, dan hewan endemis yang sangat menarik. (ase)