Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 13:43 WIB
  • NASA dan Pencarian Planet Sembilan Tanpa Henti

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
NASA dan Pencarian Planet Sembilan Tanpa Henti
Photo :
  • NASA/Ames/JPL-Caltech/T. Pyle/Handout via Reuters
Ilustrasi Planet Sembilan.

VIVA.co.id – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meyakini bila Planet Sembilan semakin dekat ditemukan yang saat ini tengah 'bersembunyi' di tepi Tata Surya.

Menurut Astronom NASA, Konstantin Batygin, ukuran Planet Sembilan diperkirakan 10 kali lebih besar dari massa Bumi dan lima ribu kali dari massa Pluto.

Adapun untuk ukuran planet yang digadang-gadang sebagai pengganti Pluto ini memang sudah lama diperdebatkan para ilmuwan sejak Januari 2015.

Batygin bersama Mike Brown, astronom NASA, menggunakan model matematika dan simulasi komputer yang terperinci untuk memprediksi bahwa ada sebuah planet raksasa yang mengorbit dan melewati Neptunus.

"Sekarang ada lima petunjuk dari jalur yang berbeda untuk membuktikan keberadaan Planet Sembilan," katanya, melalui situs Sputniknews, Selasa, 17 Oktober 2017.

Dalam penelitiannya, Batygin dan tim menemukan enam benda asing yang dikenal di Sabuk Kuiper (Kuiper Belt) - wilayah di Tata Surya di luar planet yang diketahui - memiliki orbit elips yang mengarah pada sudut 30 derajat dari bidang orbit delapan planet yang diketahui.

"Ini menunjukkan bahwa gravitasi Planet Sembilan berpotensi menyebabkan orbit benda-benda di sekitarnya menjadi 'tidak biasa'," ungkapnya.

Planet Sembilan merupakan planet di tepi Tata Surya yang kehadirannya ditemukan lewat metode matematika dan simulasi komputasi.

Dengan bantuan Elizabeth Bailey, ilmuwan astrofisika NASA, Planet Sembilan memiliki orbit yang lebih miring sekitar 30 derajat dibandingkan orbit delapan planet lainnya.

Hasil simulasi komputer yang dilakukan oleh Batygin, Brown dan Bailey menunjukkan bahwa kemiringan delapan planet resmi dapat dijelaskan dengan pengaruh gravitasi dari Planet Sembilan selama 4,5 miliar tahun usia Tata Surya.

“Karena Planet Sembilan sangat besar dan orbit yang sangat miring dibandingkan orbit planet lainnya, Tata Surya tak punya pilihan lain kecuali 'melenceng' secara perlahan,” kata Bailey.

Saat ini ilmuwan NASA berharap bisa mendeteksi planet yang sulit dipahami menggunakan Teleskop Subaru di Observatorium Mauna Kea, Hawaii, AS, yang merupakan alat terbaik untuk menemukan benda-benda yang jauh.