Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 20 Oktober 2017 | 16:21 WIB
  • Tips Amati Hujan Meteor Orionid Akhir Pekan Ini

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Tips Amati Hujan Meteor Orionid Akhir Pekan Ini
Photo :
  • www.pixabay.com/PublicDomainPictures/18043 image
Ilustrasi rasi bintang Orion

VIVA – Tiap Oktober terjadi lintasan meteor yang muncul dari rasi bintang Orion. Momen ini biasanya menampakkan hujan meteor, yang merupakan lintasan sisa debu ekor Komet Halley. Karena hujan meteor muncul dari rasi Orion, maka disebut hujan meteor Orionid. 

Hujan meteor Orionid merupakan salah satu hujan meteor dengan aktivitas lesatan meteor terbilang tinggi, antara 40-70 meteor per jam selama dua sampai tiga hari berturut-turut. Yang lebih mengasyikkan, hujan meteor ini bisa dilihat dengan mata telanjang tanpa alat khusus, asalkan pengamat berada di daerah yang tanpa polusi cahaya.

Untuk tahun ini, hujan meteor memang terjadi sejak awal bulan tapi intensitasnya makin tinggi pada akhir bulan. Pegiat astronomi Langit Selatan Avivah Yamani menuliskan, pada dini hari nanti, 21 Oktober 2017, intensitas hujan meteor bakal tinggi.

Nah bagi Anda yang berminat menikmati akhir pekan ini dengan menyaksikan hujan meteor Orionid, bisa dicermati tips berikut ini. 

1. Lihat ke timur

Hujan meteor ini datang dari rasi Orion, letaknya di bagian timur laut langit. Untuk itu pengamat meski memastikan sudah melihat ke timur. Avivah mengatakan, Orion terbit di arah timur laut pada pukul 21.00. 

2. Posisi 30 derajat

Untuk menyaksikan momen hujan meteor yang pas, Avivah mengatakan, pengamat setidaknya perlu menunggu Orion mencapai 30 derajat sejak terbit. Dia mengatakan untuk selama satu jam, sebuah bintang akan menanjak naik 15 derajat, dengan demikian pengamat hujan meteor Orionid perlu menunggu dua jam setelah pukul 21.00. 

"Jadi 30 derajat (Orion) kira-kira dua jam kemudian (setelah terbit). Harusnya kalau enggak ada gedung tinggi bisa tampak," ujarnya kepada VIVA.co.id, Jumat 20 Oktober 2017.  

3. Puncak hujan

Pengamat menantikan saat puncak hujan terjadi. Sebab saat momen ini, lintasan meteor akan mencapai posisi tertinggi. 

Tapi Avivah mengatakan, dalam hal ini tidak ada jam pasti kapan puncak hujan meteor Orionid. Untuk itu ini keuntungan bagi pengamat, mereka bisa menyesuaikan dan disarankan mengamati dari mulai terbit rasi sampai fajar menyingsing. Lumayan panjang waktunya untuk pengamatan.  

Hujan meteor Perseid di Inggris

Penampakan hujan meteor dari rasi Persei

4. Pakai peta bintang

Untuk memudahkan menemukan rasi Orion, Avivah menyarankan pengamat juga mengenali rasi itu memakai peta bintang. Dia mengatakan untuk ciri khusus dari rasi Orion bisa dikenali dari anggota bintangnya. 

"Radi Orion paling mudah dikenali dari 3 bintang di 'sabuk'nya," kata dia. 

5. Matikan lampu

Polusi cahaya memang menjadi musuh besar saat mengamati objek langit. Untuk itu idealnya, pengamatan dilakukan di daerah pantai. 

Avivah mengatakan, keuntungan pengamat yang tinggal di pantai yakni bisa melihat hujan meteor Orionid dari saat terbitnya rasi. 

Sedangkan bagi pengamat yang tinggal di kota harus berjuang mengurangi polusi cahaya. Avivah menyarankan, bagi pengamat yang tinggal di kota agar maksimal pengamatan bisa mematikan lampu untuk mengurangi polusi cahaya. 

"Tapi di dalam kota dengan kondisi cuaca yang berawan dan hujan, hampir pasti enggak kelihatan (hujan meteornya)" jelas dia.