Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 20 Oktober 2017 | 19:04 WIB
  • Catat, Ini Waktu Ideal Amati Hujan Meteor Orionid

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Catat, Ini Waktu Ideal Amati Hujan Meteor Orionid
Photo :
  • www.pixabay.com/mmvazc
Ilustrasi rasi bintang Orion

VIVA – Malam ini hingga dini hari nanti, di langit di sisi timur laut bakal muncul dan melesat meteor dari rasi Orion. Fenomena ini dinamakan hujan meteor Orionid, yang umumnya muncul pada Oktober hingga awal November.

Akhir pekan ini tergolong salah satu waktu yang ideal untuk menyaksikan hujan meteor tersebut. Sebab pada Jumat malam 20 Oktober hingga Sabtu dini hari 21 Oktober 2017, diperkirakan merupakan waktu hujan meteor Orionid dengan intensitas tinggi. 

Dalam catatan riwayat pengamatan, hujan meteor tersebut bisa melesatkan 40-70 meteor per jam tersuguhkan di langit. Nah, untuk waktu yang ideal pengamatan, pegiat astronomi Ma'rufin Sudibyo menjelaskan, pada dini hari. 

"Simpelnya waktu pengamatan mulai jam 23.00 WIB sampai fajar. Saya menyarankan jam 3 (dini hari) karena rasi Orion atau Waluku tepat di atas kepala (di zenith). Jadi lebih mudah mengamati," kata Ma'rufin kepada VIVA.co.id, Jumat 20 Oktober 2017.

Untuk intensitas tinggi pada malam ini dan dini hari nanti, Ma’rufin memperkirakan melesat 10 sampai 15 meteor per jam. 

Dia menuturkan, untuk pengamatan secara umum di Indonesia bakal punya kesempatan. Sebab, menurut prakiraan cuaca BMKG, sebagian besar wilayah Tanah Air pada malam dan dini hari cuacanya bersahabat. 

"Prakiraan BMKG mayoritas Indonesia (cuacanya) cerah berawan pada Sabtu dini hari nanti. Hanya Jakarta dan beberapa kota yang mendung, hujan," ujarnya.

Menurutnya, lokasi baik untuk pengamatan berada di area yang tak terkena polusi cahaya. Untuk pengamat yang di perkotaan, Ma'rufin mengatakan, harus menyadari bila pengamatan tak maksimal. Sebab, pengamatan di kota biasanya terkendala polusi cahaya. 

"Sulitnya di perkotaan, polusi cahayanya tinggi. Jadi secara prinsip sangat sulit mengamati dari kota," tuturnya. 

Hujan meteor Orionid merupakan lintasan sisa debu ekor Komet Halley. Komet ini merupakan komet yang mendekati Matahari setiap 76 tahun dan baru akan tampak lagi pada 2061.