Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 23 Oktober 2017 | 12:28 WIB
  • Indonesia Science Expo 2017 Pamerkan 176 Karya Anak Bangsa

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Indonesia Science Expo 2017 Pamerkan 176 Karya Anak Bangsa
Photo :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia
Pembukaan Indonesia Science Expo 2017, di Balai Kartini, Jakarta

VIVA – Indonesia Science Expo atau ISE kembali digelar. Pada tahun ini, 176 karya riset anak negeri dari berbagai kalangan itu bakal dipamerkan.

Pelaksana Tugas Kepala Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bambang Subiyanto menyebutkan, ratusan pameran itu termasuk hasil karya riset LIPI, perguruan tinggi dan swasta.

"Ini merupakan salah satu bentuk kerja sama yang baik antara unsur pemerintahan dan swasta, kita harus terus berupaya agar kerja sama triple helix (perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri) bisa meningkat, sehingga bisa membuka kemitraan dalam berbagai aspek," ujar Bambang dalam pembukaan ISE 2017, di Balai Kartini, Jakarta, Senin 23 Oktober 2017.

ISE 2017 dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. Dia meminta agar peneliti sampai mematenkan hasil risetnya masing-masing.

"Dan saya juga ingin lihat yang dipatenkan itu juga bermanfaat untuk Indonesia, bukan hanya Indonesia, tapi juga bisa kita share ke negara lain," ucap Puan.

Putri Megawati Soekarnoputri itu mengatakan, LIPI merupakan lembaga pemerintahan yang terbanyak mematenkan hasil riset, yaitu pada angka 500 paten. Di bawah LIPI, ada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan 172 paten, Badan Teknologi Nuklir Nasional dengan 133 paten, Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 231 paten dan perguruan tinggi lainnya.

Dalam pembukaan pameran yang akan digelar sampai 26 Oktober 2017 ini, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengimbau agar para peneliti terus termotivasi untuk berkarya dan menuju hilirisasi hasil riset.

"Kalau anggaran riset dari pemerintah, sekarang itu Rp25 triliun. Tapi menyebar di seluruh kementerian dan lembaga, kalau kita lihat dari seluruhnya, dari GDP kita sudah 0,25 persen," ujar Nasir.