Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 16:47 WIB
  • Samsung Raup 46 Persen di Pasar Segmen Menengah

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Samsung Raup 46 Persen di Pasar Segmen Menengah
Photo :
  • REUTERS/Dado Ruvic
samsung - elektronik - handphone - hp - smartphone

VIVA – Vendor smartphone asal Korea Selatan, Samsung, hampir menguasai pasar smartphone segmen menengah di Tanah Air. Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant mengungkapkan, dari tahun ke tahun, pasar smarphone pada segmen tersebut terus bertumbuh, nilai pertumbuhannya 47 persen dari tahun ke tahun.

"Samsung (di kelas menengah), lebih dari 46 persen," ujar Denny ketika peluncuran Samsung Galaxy J7+, di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2017.

Mulai banyaknya smartphone pada segmen kelas menengah ini, kata Denny, seiring dengan bertumbuhnya generasi milenial. Generasi ini tidak hanya butuh smartphone sebagai medium komunikasi saja, tapi untuk bermedia sosial.

Fitur-fitur baru yang dihadirkan oleh media sosial, menuntut pengguna untuk berlomba mendapatkan hasil maksimal, baik ketika membidik gambar maupun saat live vlogging.

"Mid segmen, tumbuh luar biasa di Indonesia, mereka suka mengaktualisasi diri melalui media sosial," kata Denny.

Laporan IDC yang bertajuk IDC's Quarterly Mobile Phone Tracker yang dirilis pada akhir Agustus lalu menunjukkan, pasar smartphone kelas menegah meningkat pesat meskipun pasar smartphone secara keseluruhan tak menunjukkan perubahan berarti alias datar.

"Total pengapalan smartphone ke Indonesia pada kuartal kedua tahun ini mencapai 7,9 juta unit, naik satu persen year on year, dan 9 persen kuartal per kuartal," ujar Associate Market Analyst untuk IDC Indonesia, Risky Febrian kala itu.

Dalam laporan itu, IDC menyebutkan lima merek smartphone kelas menengah dengan pangsa pasar terbesar yaitu Samsung dan Oppo berada di posisi dua teratas. Sedangkan posisi tiga diisi oleh vendor lokal Advan, kemudian Asus dan Xiaomi. 

"Pasar kelas menengah ini memiliki kontribusi 28 persen dari total pengapalan smartphone di Indonesia. Angka ini naik signifikan ketimbang setahun lalu yang hanya 13 persen. Kelas menengah berarti smartphone dengan harga Rp2,6 juta sampai Rp5 jutaan," kata Risky. (ase)