Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 10:01 WIB
  • Siswi SMA Yogya Bikin Pembersih Toilet dari Pelepah Pisang

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Siswi SMA Yogya Bikin Pembersih Toilet dari Pelepah Pisang
Photo :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia
Siswi SMA Kesatuan Bangsa menunjukkan pembersih toilet duduk dari pelepah pisang

VIVA – Dua siswi dari SMA Kesatuan Bangsa, Yogyakarta, memanfaatkan bahan sederhana untuk membersihkan toilet. Keduanya membuat inovasi pelepah pisang menjadi cairan pembersih toilet duduk. Cairan yang bernama Flanana itu digunakan dengan cara menyemprotkannya ke bagian dudukan toilet.

Kedua siswi tersebut, Nabilah Zannuda dan Savira Pandan W mengungkapkan, mereka merasa risih melihat toilet duduk di kamar mandi umum. Sebab, digunakan bergantian dengan orang yang berbeda-beda.

"Terus kami lakukanlah penelitian, bakteri apa saja yang ada di toilet duduk," ujar Nabilah kepada VIVA.co.id, ketika ditemui pada pameran Indonesia Science Expo 2017, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 26 Oktober 2017.

Dari riset itu, mereka mendapati bakteri yang paling dominan di toilet duduk adalah Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut merupakan bakteri gram positif dan berbahaya. Bakteri gram positif merupakan bakteri yang dinding selnya menyerap warna violet dan memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal.

Nabilah mengatakan, mereka kemudian mencari literatur terkait Staphylococcus aureus. Senyawa apa yang efektif membunuh bakteri tersebut.

"Kami menemukan senyawa flavonoid, dan senyawa flavonoid ada di pelepah pisang," kata dia.

Pelepah pisang mereka pilih, sebab di daerah tempat Nabilah dan Savira tinggal, batang pohon tersebut tidak begitu dimanfaatkan.

Nabilah menjelaskan, proses pembuatan cairan Flanana yaitu, pertama limbah pelepah pisang dipotong kecil, lalu diblender dengan alkohol 70 persen, fungsinya untuk mengikat molekul flavonoid dari pelepah pisang.

Terakhir, proses destilasi pelepah yang sudah diblender dengan pelepah pisang. Dihasilkan cairan bening hasil dari penguapan proses destilasi.

Otomatis, cairan bening yang dihasilkan sudah bisa langsung digunakan.

Nah, selain cairan flavonoid, mereka juga membuat bentuk lain untuk pembasmi bakteri toilet duduk. Dari cairan bening hasil distilasi atau pemanasan, mereka jadikan dalam bentuk gel.

"Pembuatan gel seperti pada umumnya, gliserin, propilen glikol, cmc-NA, aquades," jelas Nabilah.

Kemudian, cara menggunakannya, gel dibungkus pada wadah berjaring-jaring. Lalu ditempelan pada bagian bawah tutup toilet.

Jadi, setelah menggunakan toilet, tutup dahulu toiletnya, maka otomatis cairan gel pelepah pisang bekerja mematikan bakteri, baru toilet digunakan kembali.

Sebagai informasi, gel dibuat oleh kedua siswi ini sudah dengan kadar yang mereka uji, sehingga tidak perlu khawatir gel akan lengket pada dudukan toilet. (ase)