Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 27 Oktober 2017 | 13:20 WIB
  • Uni Emirat Arab Resmi Dirikan Kementerian Kecerdasan Buatan

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Uni Emirat Arab Resmi Dirikan Kementerian Kecerdasan Buatan
Photo :
  • VIVA.co.id/Umi Kalsum
Burj Khalifa, Dubai, Uni Emirat Arab.

VIVA – Gaung kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin kencang. Ada yang mengatakan bahwa AI adalah cermin dari kehidupan masa depan.

Namun, tidak sedikit pula yang mengatakan, semakin meningkatnya fungsi AI, potensi ancaman yang dihadirkan juga turut naik.

Apalagi kalau bukan mengancam peradaban manusia. Bahkan, belum lama ini muncul ide akan adanya 'agama' kecerdasan buatan yang dibesut mantan insinyur Google dan Uber, Anthony Levandowski, dengan Gereja Way of the Future.

Kendati demikian, hal tersebut tidak membuat sebuah negara di Timur Tengah antipati terhadap AI. Ya, Uni Emirat Arab sedang tergila-gila dengan teknologi dan tengah mencoba menjadi negara masa depan pertama di dunia.

Sebagai pembuktian awal, mereka menjadi negara pertama di dunia yang memiliki Kementerian Kecerdasan Buatan (Ministry of Artificial Intelligence).

Mengutip Futurism, Jumat, 27 Oktober 2017, pria muda bernama Omar bin Sultan Al Olama (27) ditunjuk sebagai menteri kecerdasan buatan.

Ia mendapat tugas berat sekaligus menjadi tantangan untuk menggarap teknologi masa depan di salah satu negeri yang terkenal dengan pulau buatan hasil reklamasi, Palm Jebel Ali, itu.

Benar saja, Uni Emirat Arab kian agresif mengadopsi teknologi. Mereka sudah menguji coba taksi terbang yang bentuknya memadukan drone (pesawat nirawak) dan helikopter.

Lalu, mereka juga mengimplementasikan sistem keamanan cerdas di Bandara Internasional Dubai.

Tidak ketinggalan, sebuah motor terbang dan robot polisi pintar untuk membantu tugas kepolisian di negeri gurun itu.

Tak cukup sampai di situ. Uni Emirat Arab juga dikabarkan sudah berinvestasi ke proyek pembuatan hyperloop dan perjalanan ke Planet Mars.