Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 30 Oktober 2017 | 16:48 WIB
  • Usaha Pantang Menyerah Bos Facebook Mengambil Hati China

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Usaha Pantang Menyerah Bos Facebook Mengambil Hati China
Photo :
  • Facebook
Mark Zuckerberg dan istri saat liburan di Borobudur, Jawa Tengah.

VIVA – Kepala Eksekutif yang juga pemilik Facebook, Mark Zuckerberg, melakukan kunjungan ke China. Kunjungan kali ini sangat penting karena Zuckerberg membawa misi khusus.

Mengutip situs Business Insider, Senin, 30 Oktober 2017, Zuckerberg ingin agar Facebook bisa masuk ke pasar berpenduduk 1,4 miliar jiwa tersebut pada 2018.

Kunjungannya ke Tsinghua School of Economics and Management di ibu kota Beijing, pada Sabtu, 28 Oktober 2017 ini menunjukkan 'peluang yang realistis' bagi jejaring sosial terbesar di dunia itu untuk akhirnya berbisnis di negara dengan pasar internet terbesar di dunia.

Melalui posting akun Facebook pribadinya, Zuckerberg mengatakan bahwa dirinya berada di negeri Tirai Bambu untuk menghadiri pertemuan dewan penasihat perguruan tinggi Tsinghua, di mana ia telah menjadi anggota sejak 2014.

Namun, tidak jelas apakah alat ini masih dikembangkan atau tidak. Analis Mizuho, James Lee mengatakan, pendekatan Facebook saat ini untuk membantu China mempromosikan iklannya ke luar negeri.

Menurutnya, salah satu cara Facebook untuk kembali ke China adalah dengan menciptakan alat sensor sendiri yang secara otomatis akan memblokir, baik foto maupun percakapan, tertentu di sejumlah wilayah di China.

"Ini tampaknya sejalan dengan kebijakan pemerintah China mengglobalisasi perusahaan lokal. Pada akhirnya, sebagai imbalan, Facebook bisa mengamankan lisensi content provider yang didambakannya agar dapat berbisnis secara resmi di China," papar James.

Seperti diketahui, layanan Facebook resmi dilarang di China sejak 2009. Namun, mereka berhasil menyusup melalui aplikasi Colorful Balloons telah tersedia di China.

Ilustrasi Facebook.

Berdasarkan deskripsi aplikasi pada pusat aplikasi China, Colorful Ballons cara kerjanya mirip dengan aplikasi berbagi foto milik Facebook yang sudah dirilis di pasar Amerika Serikat, Moments. 

Namun, bedanya tak seperti Moments, Colorful Ballons menggunakan aplikasi WeChat, aplikasi pesan populer buatan China.

Pengguna aplikasi Colorful Ballons bisa berbagi foto melalui kode QR, yang merupakan cara yang sudah umum dikenal di China. 

Masuknya aplikasi Colorful Ballon dilakukan secara tertutup. Facebook merilis Colorful Ballon melalui ‘tangan’ perusahaan bernama Youge Internet Technology.

Tahun lalu, Zuckerberg juga bertemu dengan Kepala Propaganda Partai Komunis China, Liu Yunshan, dan pimpinan lainnya di Beijing.

China sendiri baru-baru ini memblokir layanan chatting milik Facebook, WhatsApp, di tengah kebijakan keras sensor terhadap dunia online.