Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 09:38 WIB
  • IoT Hemat Biaya Operasional Gedung hingga 35 Persen?

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
IoT Hemat Biaya Operasional Gedung hingga 35 Persen?
Photo :
  • www.pixabay.com/jeferrb
Ilustrasi Internet of Things.

VIVA – Saat ini banyak orang berinvestasi gedung tak hanya soal lokasi melainkan banyak faktor, termasuk cara gedung tersebut melakukan penghematan, mulai dari hemat biaya operasional gedung sampai sistem teknologinya. Kabarnya, penerapan teknologi internet of things mampu menghemat biaya operasional gedung sampai 35 persen.
 
Menurut Dharma Simorangkir, Strategy & Market Development Director PT Honeywell Indonesia, dalam beberapa tahun ke belakang terjadi perubahan drastis dari investasi di sektor properti terutama bangunan commercial realestate.

Selain efisiensi, faktor lain adalah keamanan, efisiensi energi, perilaku konsumen, produktivitas, isu lingkungan, serta sistem yang terintegrasi dan otomatisasi. 

“Pada 2017-2020 diperkirakan akan ada tambahan 40 persen office space di Jakarta, di Bali tambah 20 persen untuk hotel. Untuk bisa memenangkan persaingan, harus ada nilai tambah bagi gedung, termasuk menerapkan teknologi connected building dengan konsep digital twin (kembaran digital). Teknologi ini akan memberikan gambaran menyeluruh (holistik) tentang seluruh aktivitas di gedung," kata Dharma di Jakarta, Jumat, 3 November 2017.

“Kami pasang sensor-sensor di seluruh gedung yang akan memberikan informasi holistik. misalnya, di lobi ada berapa lampu yang nyala, berapa pemakaian listrik di gedung itu, ada berapa orang berada di lobi itu. Ada berapa orang yang masuk lewat lobi utama. Semua data itu dikumpulkan melalui sensor-sensor yang dimasukkan dalam software dan diintegrasikan dengan teknologi digital twin. Baru setelah itu dilakukan analisa,” paparnya.

Pada tahap analisa, lanjut dia, yang dilakukan pertama kali adalah monitoring sistem, kemudian analisis pola (pattern), analisis sebab akibat, serta yang terakhir rekomendasi.

Semua itu bisa dilakukan jika menerapkan industry internet of things, atau teknologi connected buildings.

Dharma mencontohkan, teknologi terbaru ini sudah diterapkan di menara tertinggi di dunia, yakni Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab.

Hasilnya, biaya operasional terutama energi termasuk listrik, air, dan sumber energi lainnya dapat dihemat 35 persen per tahun.

Teknologi termutakhir yang dikuasai Honeywell itu telah teruji pada lebih dari 10 juta gedung di penjuru dunia, termasuk Burj Khalifah.

Menurutnya, teknologi itu juga dapat diterapkan di gedung-gedung tua yang boros energi.

Hal ini dapat mendukung program pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang mulai memperhatikan isu energi dan isu lingkungan untuk commercial realestate.  

Berdasarkan data United Nations Environment Programme Report, bangunan gedung menghasilkan 1/3 emisi gas buang secara global, mengkonsumsi 40 persen energi global, dan menyerap 25 persen cadangan air secara global.

The Honeywell Indonesia Buildings Technology Symposium menyoroti teknologi bangunan terkoneksi terbaru.

Pertama, command and control suite, yang menghubungkan otomasi bangunan dengan otomasi cerdas, analisis lanjutan dan visualisasi menjadi sebuah rekomendasi yang mudah dipahami untuk membantu meningkatkan hasil bisnis, menurunkan biaya, meminimalkan risiko dan mengurangi waktu henti.

Kedua, enterprise buildings integrator, sebuah sistem manajemen gedung yang mengintegrasikan Building & Energy Management, Life Safety, Access Control, Intrusion dan sistem pengawasan CCTV untuk pengendalian operasional lebih sederhana, memungkinkan pembuatan untuk fasilitas atau operasional multi lokasi.

Ketiga, sistem keamanan kebakaran terintegrasi terdiri dari kamera pengawasan CCTV seperti equip Camera Series dan solusi kontrok akses seperti ProWatch 4.3.5 untuk secara aktif memantau, dan melindungi lokasi, personelnya  dan aset bisnisnya.

Keempat, INNCOM GuestRoom Management System mengotomatisasi kenyamanan tamu dengan suhu dan gorden kontrol intuitif saat berkomunikasi dengan kunci pintu untuk memperkuat keamanan tamu di hotel.