Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 21:26 WIB
  • Satu Sel Syaraf Manusia Bisa Bikin Satu Unit Komputer

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Satu Sel Syaraf Manusia Bisa Bikin Satu Unit Komputer
Photo :
  • VIVA.co.id/Lazuardhi Utama
Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D

VIVA – Otak manusia terdapat 100 miliar sel syaraf di mana setiap satu sel syaraf memiliki koneksi kurang lebih 10 ribu.

Dengan begitu, jika dikalikan maka kurang lebih jaring-jaring di otak itu jumlahnya 1.000 triliun yang saling terkoneksi satu sama lain.

Hal itu dikatakan pakar neurosains Taruna Ikrar saat menjadi pembicara tunggal di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Jumat, 3 November 2017.

Nominator nobel bidang kedokteran 2016 ini memberikan motivasi dihadapan 500 mahasiswa dengan tema 'Kecerdasan Buatan dari
Perspektif Neuroscience'.

Dekan School of Biomedical Sciences, National Health University, California, Amerika Serikat ini mengungkapkan, koneksi tersebut menentukan kemampuan seseorang, misalnya, untuk berpikir, bertingkah laku, dan segala macam.

"Otak manusia lebih kompleks dibanding seribu komputer super yang dibangun di lapangan bola. Satu sel syaraf bisa membuat satu komputer, sehingga tidak ada alasan bagi manusia tidak bisa maju dalam menguasai dunia dengan berbagi disiplin ilmu pengetahuan, yang tentunya berlandaskan agama," kata Taruna.

Dengan demikian, otak itu bukan hanya mengatur soal kecerdasan tetapi juga berfungsi mengatur seluruh pergerakan tubuh.

Jika salah satu jaringan terputus, maka jantung berhenti berdetak atau juga jaringan pencernaan terganggu.

Sebelumnya, Taruna sedang mengembangkan terobosan penemuannya, yakni metode pengendali kecemasan dan stres.

Metode ini mempelajari sistem saraf pada bagian kepala dan otak manusia, termasuk salah satunya penyebab seseorang melakukan tindakan radikal.

"Saat ini kami sedang mengembangkan berbagai manifestasi cemas. Salah satunya terorisme. Jadi, neurosains senang meneliti hal-hal aktual, salah satunya teroris. Karena itu, bukan hanya ancaman untuk Indonesia tapi juga dunia," katanya, belum lama ini.