Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 15:08 WIB
  • Indonesia Bangun Teleskop Terbesar Se-Asia Tenggara

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Indonesia Bangun Teleskop Terbesar Se-Asia Tenggara
Photo :
  • www.pixabay.com/Free-Photos/9122 images
Ilustrasi observatorium

VIVA – Observatorium Nasional kawasan Pegunungan Timau di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur akan dimulai pembangunnya pada pertengahan 2018. Targetnya, observatorium nasional atau Obnas itu sudah difungsikan pada 2020.

Obnas di Kupang dibangun atas kerja sama Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) dengan Universitas Nusa Cendana (Undana), Institut Teknologi Bandung (ITB), Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemkab Kupang.

Selain untuk pengamatan, riset dan kawasan wisata, ada yang unik dari observatorium yang akan menggantikan Observatorium Bosscha, Bandung itu. Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin menyampaikan, di kawasan Obnas di NTT itu akan dibuat sistem teleskop optik yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara.

"Teleskop ini memiliki diameter 3,8 meter, menjadi teleskop terbesar se-Asia Tenggara," ujar Thomas ditemui ditemui di Gedung LAPAN, Pasar Rebo, Jakarta, Rabu, 8 November 2017.

Selain pengamatan dengan teleskop optik, Thomas menyebutkan, pengamatan di Obnas nantinya juga dilakukan dengan teleskop yang sedang menjadi tren, yakni teleskop inframerah. Observatorium juga menyediakan teleskop radio.

Untuk aktivitas pengamatan di observatorium ini, di antaranya pengamatan medan magnet Bumi, astrofisika atau pengamatan astronomi terkait pemahaman alam semesta secara umum, tren baru ekstra solar planet, pengamatan planet Tata Surya, kemudian objek-objek Tata Surya.

Thomas menyatakan, alasan kawasan pegunungan Timau dipilih karena musim keringnya paling panjang dibanding wilayah lain.

"Bisa untuk pengamatan astronomi, jauh dari perkotaan sehingga polusi cahaya sangat minim di sana," kata Thomas.

Pembangunan observatorium yang menelan biaya Rp350 miliar itu akan dibangun di luas area sebesar 30,25 hektare serta 5 hektare untuk pusat sains. (ase)