Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 17:09 WIB
  • Astronom Asing Antre Riset di Observatorium Kupang

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Astronom Asing Antre Riset di Observatorium Kupang
Photo :
  • www.pixabay.com/Free-Photos/9122 images
Ilustrasi observatorium

VIVA – Pada 2020, Indonesia akan memiliki observatorium terbesar se-Asia Tenggara. Observatorium nasional atau Obnas itu akan dibangun di Kawasan pegunungan Timau di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Obnas itu akan dibangun pada lahan lebih dari 30 hektare. Pada Obnas itu dilengkapi dengan teleskop optik dengan diameter 3,8 meter, yang akan menjadi teleskop terbesar di Asia Tenggara.

Kepala Pusat Sains Antariksa, Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN), Clara Yono Yatini mengatakan, meski pembangunan masih tahap awal, sudah banyak negara-negara lain yang ingin 'mencicipi' canggihnya Obnas Kupang ini.

Clara mengatakan, beberapa negara yang menunjukkan keinginannya untuk meneliti di Obnas Kupang, seperti Liverpool University, Inggris, Rusia, dan Jepang.

"Mereka menyambut baik akan dibangun Obnas ini, mereka menunjukkan minat (untuk meneliti), rancangan kerja sama belum, tapi pembicaraan sudah ada," ujar Clara ditemui di di Gedung LAPAN, Pasar Rebo, Jakarta, Rabu, 8 November 2017.

Obnas di Kupang dibangun atas kerja sama LAPAN dengan Universitas Nusa Cendana (Undana), Institut Teknologi Bandung (ITB), Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemkab Kupang.

Selain sebagai pusat penelitian, Obnas juga akan difungsikan sebagai kawasan wisata, akan dibuat Taman Nasional Langit Gelap, serta Pusat Sains untuk edukasi.

Alasan kawasan pegunungan Timau dipilih karena musim keringnya paling panjang dibanding wilayah lain. Dengan kondisi itu, bisa untuk pengamatan astronomi, jauh dari perkotaan sehingga polusi cahaya sangat minim. (ase)