Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 17:40 WIB
  • Korea Utara Rajin Jiplak Teknologi Apple, Kenapa?

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Korea Utara Rajin Jiplak Teknologi Apple, Kenapa?
Photo :
  • KCNA/via REUTERS
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, saat melakukan inspeksi.

VIVA – Korea Utara dikabarkan meniru teknologi yang dikembangkan Apple untuk meningkatkan mata-mata aktivitas warga mereka. Selama ini, Korea Utara mengembangkan sistem operasi dan teknologi perangkat yang meniru dengan produk besutan Apple.

Negeri yang dipimpin Kim Jong-un itu memiliki sistem operasi Red Star yang mirip dengan sistem operasi OS X. Untuk hardware, Korea Utara punya produk tiruan Apple, bekerja sama dengan perusahaan lokal. Produk tersebut yakni smartphone Jindallae (Azalea) III dan iPad dengan nama Ryonghung. 

Dikutip dari IBTimes, Jumat 10 November 2017, menurut laporan, para ahli teknologi meyakini teknologi yang dikembangkan dipakai untuk pengawasan aktivitas warga mereka. 

Jika pada sistem operasi Apple itu punya kemampuan memblokir aplikasi liar dari pusat aplikasi mereka, Korea Utara menggunakan fitur yang mirip pada sistem operasi Apple itu untuk memperkuat sensor informasi. 

Sistem operasi Red Star punya kemampuan mendeteksi tiap upaya untuk menonaktifkan protokol keamanan pada software tersebut. Begitu terdeteksi, sistem operasi itu akan reboot secara otomatis.

Sistem operasi Red Star juga punya sederetan fitur mata-mata, termasuk kemampuan untuk mengambil tangkapan layar mandiri. Tiap file yang diunduh dari USB drive akan terlacak, sehingga membantu pelacakan aktivitas.

Fitur pengawasan lainnya, bisa mencegah konten tak berlisensi yang berasal dari luar Korea Utara. 

Para pakar menduga, upaya Korea Utara meniru teknik dan teknologi Apple merupakan gambaran negeri terisolasi dunia itu untuk meningkatkan kemampuan siber mereka. 

Warga bisa belanja online

Di sisi lain, ambisi Korea Utara untuk memperkuat pengawasan aktivitas online, tak mengorbankan hak akses warga. Menurut laporan, kini Korea Utara memungkinkan warga mereka untuk makin menggunakan internet versi mereka sendiri, yang dinamakan Kwangmyong. 

Dengan perluasan akses daring itu, warga Korea Utara kini bisa menggunakan layanan daring, misalnya kartu belanja daring, perbankan daring hingga konsultasi dokter dengan menggunakan panggilan video konferensi. Namun, perluasan akses daring itu tetap dalam pengawasan pemerintah.

Korea Utara masih mengawasi ketat akses pengguna ke world wide web. Pemerintah hanya memberikan akses secara leluasa kepada elite negeri untuk mengakses internet.