Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 18:38 WIB
  • Rusia Berambisi Saingi SpaceX

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Rusia Berambisi Saingi SpaceX
Photo :
  • REUTERS/Kirill Kudryavtsev
Rusia meluncurkan roket Soyuz 2.1A

VIVA – Rusia memang masih berjaya dalam pasar peluncuran komersial ke antariksa. Roket buatan Rusia, Soyuz, sampai saat ini menjadi andalan bagi pengiriman awak sampai muatan ke Stasiun Antariksa Internasional atau ISS.  Sampai tahun ini saja, Rusia menjadi andalan untuk misi pengiriman ke orbit. 

Dikutip Arstechnica, Selasa, 14 November 2017, pada tahun ini Rusia telah sukses meluncurkan 17 misi ke orbit. Namun dari total peluncuran itu sepertiganya untuk memenuhi permintaan komersial swasta, melebihi misi peluncuran dari pemerintah Rusia maupun pengiriman pasokan ke ISS.

Sementara Rusia dengan Soyuz tak sendiri. Di belahan dunia lain, perusahaan antariksa swasta asal Amerika Serikat, SpaceX tak kalah prestasinya dengan Soyuz. 

SpaceX punya roket andalan, seri Falcon, untuk mengirimkan misi ke orbit dan antariksa. SpaceX bersaing dengan Rusia, sepanjang tahun ini. perusahaan yang didirikan Elon Musk itu telah meluncurkan 16 misi, 11 di antaranya misi untuk memenuhi permintaan pelanggan komersial. Tak puas. SpaceX menargetkan pada 2018, akan terus meningkatkan persaingan dengan Soyuz, jika terus menerbangkan roket Falcon andalannya, Falcon 9. 

Rusia juga tak mau berpangku diri. Rusia sedang mengembangkan roket Soyuz edisi terbaru, Soyuz-5. Menurut rencana, Soyuz-5 akan mengganti tugas roket Soyuz yang ada saat ini, untuk mengirimkan kosmonaut dan astronaut ke antariksa, serta bersaing membawa muatan ke orbit Bumi seperti SpaceX. 

Atas persaingan ini, laman Russianspaceweb melaporkan, pejabat Negeri Beruang Putih berharap peluncur Soyuz-5 bisa menyaingi roket terbaru SpaceX. 

"Yang lebih penting lagi, Kremlin (pusat pemerintahan Rusia) melihat kendaraan generasi baru ini (Soyuz-5) sebagai respons Rusia terhadap tantangan Amerika pada pasar peluncuran komersial. Jadi hal ini membuat pekerjaan roket Soyuz-5 sangat mendesak," tulis laman tersebut. 

Untuk menyelesaikan pengembangan Soyuz-5, Rusia sudah punya modal. Tahun ini, Rusia berpotensi menyelesaikan kerja rancangan Soyuz-5 dengan sokongan dari perusahaan dirgantara Rusia, Energia.

Dengan sokongan tersebut, roket Soyuz-5 diharapkan bisa menjalani debut di pasar pada 2021. Soal jeroan, roket tiga bagian itu akan didayai oleh mesin RD-171 yang akan membakar bahan bakar kerosen. Penggunaan bahan bakar ini sama dengan mesin Merlin yang menyokong roket SpaceX.