Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 16 November 2017 | 10:05 WIB
  • Sepak Terjang dan Riwayat Traveloka

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Sepak Terjang dan Riwayat Traveloka
Photo :
  • REUTERS/Beawiharta
Menengok Dapur Kerja Perusahaan Perintis (Startup) Traveloka

VIVA – Muncul sejak akhir pekan lalu, topik tanda pagar #UninstallTraveloka sampai Kamis pagi 16 November 2017 masih menjadi tren di media sosial dan internet. 

Topik tersebut muncul seusai adanya walk out pianis ternama Ananda Sukarlan saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato dalam acara acara 90 tahun Kolese Kanisius di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Sabtu, 11 November 2017. Kabar yang beredar, salah satu pendiri Traveloka, Derianto Kusuma ikut menyalami dan mendukung Ananda saat walk out

Belakangan, sikap Derianto itu dibantah sebagai hoaks oleh Traveloka. Sebab saat acara tersebut berlangsung, Derianto sedang di luar Jakarta dan tidak menghadiri acara tersebut. Dia diwakili oleh ibundanya untuk menerima penghargaan.

Walau sudah diklarifikasi sebagai hoaks oleh Traveloka, nyatanya ajakan mencopot aplikasi Traveloka terus mengalir. 

Traveloka merupakan salah satu aplikasi traveling populer di Indonesia. Laman Crunchbase, dikutip Kamis 16 November 2017 mendeskripsikan Traveloka sebagai agregator travel daring yang membantu pelanggan memilih dan memesan tujuan traveling pelanggan. 

Traveloka didirikan pada 2012 oleh trio Ferry Unardi sebagai Chief Executive Officer, Derianto Kusuma sebagai Chief Technology Officer dan Albert Zhang sebagai Head of Design.

Awal kemunculannya, Traveloka melayani pencarian perbandingan harga tiket pesawat dari berbagai situs. Kemudian berkembang melayani pemesanan tiket pesawat secara mandiri mulai pertengahan 2013. 

Setahun kemudian, pada Juli 2014, Traveloka memasuki bisnis pemesanan kamar hotel. Pada bulan tersebut, jasa pemesanan kamar hotel tersedia pada Traveloka. Layanan ini terus berkembang, pada 20 Agustus 2014, Traveloka mengumumkan layanan mereka hadir di pusat aplikasi Play Store dan App Store. 

Traveloka terus meroket. Belum genap setahun setelah hadir di pusat aplikasi, pada April 2015, aplikasi mobile Traveloka tembus 1 juta unduhan. Jumlah unduhan naik menjadi 10 juta unduhan pada Desember 2016, selanjutnya pada Juni 2017, total unduhan aplikasi mobile Traveloka mencapai 20 juta unduhan.

Enam investor

Pada awal kemunculannya, Traveloka telah menyedot perhatian investor. Pada 12 November 2012, Traveloka mendapat suntikan investasi awal atau seed dari East Venture. Pada 15 Agustus 2013, Traveloka mendapat suntikan pendanaan lanjutan atau Seri A dari Global Founders Capital. 

Suntikan investasi terus berlanjut. Pada 1 Januari 2017, Traveloka mendapat putaran ketiga kucuran investasi US$150 juta atau Rp2,02 triliun dari empat investor yaitu Sequoia Capital, JD.com, Hillhouse Capital dan East Ventures  

Pendanaan keempat atau terakhir Traveloka diperoleh dari Expedia. Investor asal Amerika Serikat itu menyuntik Traveloka dengan investasi senilai US$350 juta atau Rp4,6 triliun pada 27 Juli 2017.

Total investasi yang terdeteksi telah diterima Traveloka yakni US$500 juta atau Rp6,75 triliun Layanan Traveloka kini tersedia di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam dan Singapura. 

Sebagai situs pendukung travelling, Traveloka telah menjadi partner resmi International Air Transport Association (IATA) dan PT Kereta Api Indonesia. 

Sejumlah prestasi dan penghargaan diraih oleh Traveloka, di antaranya yaitu 

- Juara 1 'One to Watch' di BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands tahun 2016

- Top Sky Agent - Red Diamond Award, Bangkok & Central Thailand, 2015 oleh Thai AirAsia

- Situs pemesanan hotel dan tiket murah pesawat no. 1 di Indonesia, berdasarkan comScore

- Peringkat 1 Top Brand Award 2015 & 2016 kategori Situs Online Booking Tiket Pesawat & Situs Online Reservasi Hotel 

- Flight GOS Agent Garuda Indonesia Dengan Performa Terbaik Tahun 2014

- Aplikasi terbaik di Google Play pada 2015

- Dua Platinum Awards dari idEA pada 1 Desember 2016

- Forbes Indonesia: 20 Rising Global Stars pada 27 Juli 2017