Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 22 November 2017 | 16:04 WIB
  • Ternyata, Harapan Hidup Dokter Lebih Pendek dari Orang Biasa

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Ternyata, Harapan Hidup Dokter Lebih Pendek dari Orang Biasa
Photo :
  • www.pixabay.com/jennycepeda
Ilustrasi dokter

VIVA – Dokter bertugas untuk menyembuhkan pasien. Dengan demikian bisa memperpanjang harapan hidup pasien. Namun ternyata, harapan hidup dokter malah lebih pendek dari masyarakat umum. Studi terbaru menunjukkan, harapan hidup dokter malah lebih rendah dari rata-rata usia populasi umum. 

Dikutip dari IB Times, Rabu 22 November 2017, kesimpulan studi sel dari Indian Medical Association (IMA) menunjukkan, mayoritas dokter meninggal akibat penyakit seputar jantung dan kanker. 

Sungguh ironis memang. Dokter yang dalam pandangan awam, lebih tahu tentang kesehatan, malah punya harapan hidup lebih pendek. 

"Kami terkejut dengan temuan ini, sebab kami memperkirakan dokter bisa punya harapan hidup lebih panjang. Sebab, mereka tahu apa yang bagus bagi mereka," jelas peneliti sel IMA, Vinayan KP. 

Studi IMA menganalisis data 10 kematian dokter selama satu dekade dari 2007 sampai 2017. Dalam riset ini, IMA menganalisis data dari dokter yang terdaftar dalam skema jaminan sosial negara. Data ini dianalisis untuk melihat bagaimana harapan hidup dokter. Dalam studi tersebut, terlibat 10 ribu dokter dan selama masa studi, ada 282 dokter meninggal. 

Data menunjukkan hampir 27 persen dokter meninggal akibat penyakit jantung, kanker (25 persen), infeksi (2 persen), dan bunuh diri (1 persen). 

Studi menemukan, harapan hidup dokter India yakni 67,9 tahun, dokter Malayali (India Selatan) yakni 74,9 tahun. Rata-rata usia kematian dokter Malayali yakni 61,75 tahun.

Soal harapan hidup dokter yang lebih rendah dari populasi umum, didorong oleh lingkungan dan ritme kerja sang dokter. 

Mantan Prasiden IMA, VG Pradeep Kumar menjelaskan, pada umumnya dokter bekerja dengan tekanan stres yang tinggi, terlepas sang dokter bekerja di rumah sakit swasta atau pemerintah. 

"Dengan peningkatan jam (tugas), pasien yang datang kepadanya dan menyerahkan harapan hidup ke dokter, itu adalah sumber stres dokter yang meningkat," ujar Kumar. 

Untuk menekan tingkat stres dokter, Kumar menyarankan jam kerja dokter harus ditinjau ulang. Menurutnya perlu juga meninjau ulang skema kesejahteraan sosial. Selain itu, Kumar berpandangan, meski menjadi dokter, mereka harus tetap menyiapkan pengecekan kesehatan secara periodik. 

Studi yang menemukan rendahnya harapan hidup dokter tersebut bukan yang pertama kali. Sebelumnya, studi yang hasilnya sama telah muncul pada pada studi IMA pada 2010. Dalam studi tujuh tahun lalu, menempatkan rata-rata panjang kehidupan dokter India yakni 55-59 tahun, 10 tahun lebih pendek dari populasi umum. (ase)