Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 10:15 WIB
  • Roket Pendukung Bumi Datar Dilarang Meluncur

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Roket Pendukung Bumi Datar Dilarang Meluncur
Photo :
  • www.news.sky.com
Roket tenaga uap untuk buktikan bumi datar

VIVA – Pendukung bumi datar gagal membuktikan ambisinya untuk meluncurkan roket peruntuh teori bumi bulat. 

Seorang sopir limosin, Mike Hughes, yang mengaku sebagai pendukung bumi datar, pekan lalu merencanakan untuk meluncurkan roket tenaga uap buatannya sendiri. Upaya itu untuk membuktikan keyakinannya atas bentuk bumi. Namun nyatanya, pada Sabtu lalu, roket dari perkakas gudang yang ia buat tak jadi meluncur ke langit. 

Dikutip dari NPR, Senin 27 November 2017, gagalnya roket yang mampu melesat 500 mil per jam itu, karena Hughes terbentur oleh izin dari otoritas setempat. 

Menurut pengakuan Hughes, rencana peluncuran roket untuk meruntuhkan teori bumi bulat itu terdengar oleh otoritas Biro Pengelola Lahan atau Bureau of Land Management (BLM) setempat. Biro ini mengetahui ambisi Hughes itu dari gencarnya pemberitaan daring.

Kemudian, biro itu melarang pria usia 61 tahun itu menggunakan lahan publik di Amboy, California untuk rencana peluncurannya tersebut. 

"BLM menginformasikan kepada saya bahwa mereka melarang saya melakukan peluncuran di lokasi tersebut," tutur Hughes. 

Hughes merasa larangan tersebut menunda ambisinya. Sebab, tahun lalu saja, biro tersebut menyerahkan soal izin peluncuran di lokasi tersebut ke Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

Sementara itu, Hughes menjelaskan, FAA menyatakan tak ada masalah. Belakangan yang terjadi biro tersebut melarangnya. 

"Jadi ini bukan yang semestinya. Ini sangat mengecewakan, padahal saya merasa pekan ini ada pencerahan terjadi," katanya.

Kekecewaan itu bagi Hughes sangat beralasan. Selain soal perizinan, dia meyakini peluncuran roket itu jika berhasil akan menjadi jalan bagi ambisinya yang lebih besar, yakni meluncurkan roket buatannya bisa menembus ke luar angkasa, sehingga bisa meruntuhkan teori bumi bulat.

Merespons kekecewaan Hughes, juru bicara BLM, berdalih larangan peluncuran roket pada Sabtu lalu, lantaran sopir limosin tersebut tidak mengajukan izin ke biro lokal tersebut. 

Setelah dilarang, Hughes pantang menyerah, Dia berencana untuk meluncurkan roket buatannya di lahan pribadinya di dekat lokasi peluncuran asli. Hughes menargetkan awal pekan depan, roketnya bisa melesat dan membuktikan bentuk Bumi.

Hughes tercatat bukan pertama kali ini ingin meruntuhkan ide Bumi bulat dengan meluncurkan roket. Pada Januari 2014, Hughes meluncurkan roket buatannya hingga pada ketinggian 418 meter, dari properti privatnya di Winkelman, Arizona, Amerika Serikat. Namun kala itu, misi itu kurang memuaskan. Sebab, begitu roket mendarat, rusak selama tiga hari. 

Berikut video peluncuran roket Hughes pada 2014: