Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 11:44 WIB
  • Bitcoin Cetak Rekor, Tembus Rp130 Juta

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Bitcoin Cetak Rekor, Tembus Rp130 Juta
Photo :
  • www.pixabay.com/MichaelWuensch
Bitcoin dan mata uang lainnya dibangun di atas teknologi bernama Blockchain.

VIVA – Mata uang virtual Bitcoin makin meroket. Nilai satu koin Bitcoin kini makin mendekati US$10 ribu atau Rp135 juta. 

Pantauan dari Bitcoin Price Index, pada Minggu pagi akhir pekan lalu, nilai satu Bitcoin telah menembus US$9.000 atau Rp121 juta, dan terus melonjak.

Dikutip dari Mashable, Senin 27 November 2017, berdasarkan pantauan coinmarketcap.com, nilai satu Bitcoin kini sudah menembus US$9.639 atau Rp130 juta, dan menjadikan nilai kapitalisasi pasar Bitcoin per Senin siang ini lebih dari US$161 miliar. 

Pencapaian Bitcoin ini merupakan hal luar biasa dalam setengah tahun terakhir pada tahun ini. Pada awal tahun ini, valuasi satu Bitcoin mencapai US$1.000 atau Rp13,5 juta, kemudian melonjak US$5000 (Rp67,5 juta) dan US$6.000 (Rp81,08 juta) pada Oktober, terus trennya naik menjadi US$7000 (Rp94,5 juta) dan US$8000 (Rp108,01 juta) pada November. Tren positif terus berlanjut, jelang penghujung tahun ini sudah mendekati US$10.000 

Tren meroket pada Bitcoin tak diikuti oleh mata uang virtual lainnya, Ethereum. Kompetitor terdekat Bitcoin ini memang mencetak rekor nilai tertinggi pada Sabtu lalu dengan nilai satu Ethereum menembus US$485,18 atau Rp6,5 juta, tapi tren itu menurun. Selang sehari berikutnya, nilai satu Ethereum anjlok menjadi US$461,79 atau Rp6,24 juta.

Posisi nilai Ethereum pada Senin siang 27 November 2017, berdasarkan Coinmarketcap, yakni US$473,67 atau Rp6,4 juta, dengan nilai kapitalisasi pasarnya US$45 miliar. 

Meroketnya nilai Bitcoin yang kemungkinan bakal menembus US$10.000 menjadi perhatian. Laman The Merkle menilai, terlalu awal untuk mengatakan Bitcoin akan mencapai sejarah rekor US$10.000, alasannya perilaku pasar mata uang virtual ini cenderung tak rasional. Dengan demikian berpotensi mengoreksi harga Bitcoin. (ase)