Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 13:00 WIB
  • Nuklir untuk Damai, Indonesia Gandeng China

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Nuklir untuk Damai, Indonesia Gandeng China
Photo :
  • Twitter/@humasbatan
Reaktor riset nuklir di Serpong, Tangerang

VIVA – Indonesia dan China telah menjalin kerja sama di bidang ilmu pengetahuan teknologi, termasuk nuklir dan bioteknologi. Komitmen antara Indonesia dan Tiongkok itu sudah terjalin sejak 2011.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tiongkok telah membentuk Joint Committee Meeting (JCM) untuk mengawal pelaksanaan kerja sama yang telah disepakati.

Forum ini membahas kerja sama implementasi program dan kegiatan tentang 'joint laboratory' bidang bioteknologi dan High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR), transfer teknologi, serta diskusi tentang potensi kerja sama lainnya.

Menristekdikti Mohamad Nasir meyakini, dengan memperkuat kolaborasi dalam bidang iptek dan Dikti antara negara dengan jumlah penduduk terbesar pertama dan keempat di dunia, maka dapat menjadi pionir dalam pengembangan iptek dan inovasi dunia.

“Sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan strategis in, dengan rincian sekitar 60 delegasi Tiongkok dan selebihnya delegasi Indonesia yang berasal dari LPNK,  Perguruan Tinggi maupun pemerhati iptek dan inovasi lainnya,” ujar Nasir ketika membuka Joint Committee Meeting, di Gedung Dikti, Jakarta, Senin 27 November 2017.

Detail tiga kerja sama antara Indonesia dan China di bidang iptek, yakni laboratorium bersama bioteknologi, dengan focal point atau objek perhatian di Indonesia adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), laboratorium bersama High Temperature Gas Cooled Reactor (HTGR) untuk energi nuklir tujuan damai, dan transfer teknologi dengan focal point di Indonesia adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 

Pada tahun ini, Indonesia dan Tiongkok juga sepakat menambah kerja sama dalam bidang 'port construction' yang di Indonesia dibidani oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), pengembangan Science Techno Park dengan focal point Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Kemenristekdikti, dan penggunaan teknologi nuklir untuk maksud damai, yang akan ditandatangani pada High Level Meeting on People Exchange Mechanism (HLM PEM) 3 di Solo, 28 November 2017.

Pada tahun mendatang, kedua pihak telah mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama baru seperti program pusat riset kereta cepat dan pusat bersama teknologi dan ilmu kelautan, dengan focal point adalah ITB

Forum JCM dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (ase)