Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 17:05 WIB
  • Jepang Ambisi Mendarat di Bulan

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Jepang Ambisi Mendarat di Bulan
Photo :
  • JAXA/NHK
Gambar permukaan Bulan

VIVA – Bulan masih menjadi incaran negara dunia. Terbaru, Jepang merencanakan ingin mendaratkan astronautnya di permukaan Bulan, dengan menggandeng Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA. 

Rencana tersebut sedang digodok pemerintah Jepang dan nantinya rancangan proyek ini akan diuji oleh panel ahli dalam Committee on National Space Policy Jepang. 

Niatan Jepang untuk menjejakkan kaki astronautnya di permukaan satelit Bumi itu, untuk menegaskan kepemimpinan Negeri Matahari Terbit tersebut dalam pemanfaatan antariksa. Dengan bekerja sama bersama NASA, Jepang nantinya akan bisa membawa eksperimen sains selama misi di Bulan, sekaligus meningkatkan kompetisi dalam industri antariksa. 

Dikutip dari IBTimes, Senin 27 November 2017, Badan Antariksa Jepang (JAXA) mengatakan, menurut rencana dengan menjalin kerja sama dengan NASA, mereka akan mendarat di Bulan pada paruh kedua 2020. 

Sebelum mendarat, kolaborasi dua negara ini akan memulainya dengan membangun basis antariksa di dekat Bulan. Menurut sumber dekat pemerintah Jepang yang dikutip The Japan News, misi mulai dari Stasiun Antariksa Internasional (ISS), dari stasiun ini rencananya astronaut Jepang akan dikirim ke Bulan untuk menjalankan misi eksplorasi.

Jepang juga ingin bergabung dalam proyek eksplorasi Bulan dalam proyek Deep Space Gateway. Pada September lalu proyek ini diumumkan, yang mana NASA dan badan antariksa Rusia, Roscosmos, akan bersama-sama membangun basis yang mengorbit Bulan. 

Dalam proyek tiga negara itu, Jepang nantinya akan kebagian tugas memasok dan mengisi bahan bakar stasiun di dekat Bulan tersebut. 

The Japan News melaporkan sementara NASA, kebagian tugas untuk mengonstruksi bahan basis dekat bulan. Rencananya pembangunan itu dimulai pada 2020. 

Basis dekat Bulan ini juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi singgah bagi misi antariksa lainnya. Dengan demikian, basis dekat Bulan ini akan memudahkan astronaut kembali ke permukaan Bulan.

Jepang dilaporkan tertarik dengan proyek gotong royong ini, sebab akan lebih ringan dari sisi biaya dan Jepang bisa unjuk gigi dengan teknologinya dalam proyek ini.