Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 07:50 WIB
  • Hacker Pembobol Yahoo Suruhan Intelijen Rusia Ngaku Bersalah

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Hacker Pembobol Yahoo Suruhan Intelijen Rusia Ngaku Bersalah
Photo :
  • Dok. Yahoo
Hacker Yahoo Karim Baratov.

VIVA – Seorang warga negara Kanada keturunan Kazakhstan bernama Karim Baratov (22) mengaku bersalah telah meretas perusahaan digital
raksasa Yahoo dan mencuri 500 juta akun pengguna Yahoo pada 2014.

Mengutip situs Reuters, Rabu, 29 November 2017, Baratov dituduh oleh Amerika Serikat membantu Badan Intelijen Rusia, FSB, dan membantu tiga agen mereka untuk membobol akun pengguna perusahaan yang berkantor pusat di California, AS.

Baratov satu-satunya peretas (hacker) yang ditangkap dalam kasus Yahoo, karena tiga orang tersangka lain dalam kasus tersebut tinggal di Rusia, dan ketiganya tak bisa diekstradisi ke AS.

Ketiga orang tersebut adalah Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin (keduanya anggota FSB) dan hacker Rusia bernama Alexsey Belan.

Baratov dijadwalkan untuk hadir di pengadilan federal di San Francisco, AS, pada Selasa, 5 Desember 2017 untuk mendengar penjelasan terdakwa. Sementara itu, Andrew Mancilla, pengacara Baratov, menolak untuk berkomentar.

Baratov didakwa dengan tuduhan konspirasi dan melanggar Computer Fraud and Abuse Act, dan delapan pasal lain soal pencurian identitas. Ia didakwa meretas akun webmail milik orang-orang yang dicari oleh FSB.

Selain meretas, Baratov juga memberikan password akun-akun tersebut ke Dokuchaev dengan bayaran sejumlah uang.

Dokuchaev diduga menggunakan jasa Baratov saat mereka membutuhkan akses ke akun Google dan Yandex milik orang tertentu.

Dalam pengakuannya, Baratov mengaku memasang iklan untuk layanannya di situs berbahasa Rusia.

Dalam aksinya ia mendapat akses akun korbannya menggunakan metode spearphishing, alias mengirimkan email palsu yang dibuat seolah-olah dikirimkan oleh penyedia layanan email Yahoo.