Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 14 Juni 2017 | 12:37 WIB
  • 4 Inisiatif Teknologi Indonesia Sabet Penghargaan PBB

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
4 Inisiatif Teknologi Indonesia Sabet Penghargaan PBB
Photo :
  • Twitter/@cindynurfitri
Indonesia raih penghargaan World Summit on the Information Society Prize 2017

VIVA.co.id – Empat inisiatif Teknologi, Informasi, dan Komunikasi atau TIK Indonesia berhasil menggaet penghargaan World Summit on the Information Society Prize 2017.

Penghargaan ini diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa bidang International Telecommunication Union, dalam pertemuan WSIS Forum 2017 di Markas Besar ITU di Jenewa, Swiss, pada 12 hingga 16 Juni 2017.

WSIS Prize memberikan penghargaan bagi inisiatif TIK dalam mendukung akselerasi pembangunan dan kemajuan sosial ekonomi, khususnya perwujudan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Inisiatif ‘Internet Sehat’ dari ICT Watch Indonesia, ditetapkan menjadi pemenang utama WSIS Prize pada kategori Ethical Dimensions of the Information Society.

Selain itu, terdapat tiga inisiatif Indonesia yang menjadi runner-up, yaitu Backpack Radio Station yang digagas oleh Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) pada kategori e-Environment, dan dua inisiatif lain pada kategori e-Agriculture yaitu Layanan Informasi Desa (LISA) yang digagas 8Villages Indonesia dan iGrow My Own Food dari iGrow Resource Indonesia.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan, pencapaian inisiatif Indonesia itu mampu menguatkan pesan bahwa Indonesia adalah barometer penting pencapaian dan pengembangan TIK, sebagai pilar pembangunan dunia.

"Masuknya dua nominator dari Indonesia, pada kategori e-Agriculture, juga menegaskan profil Indonesia sebagai negara berkembang. Artinya Indonesia terbukti mampu bersaing, serta memberikan inspirasi bagi negara lain untuk memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan," ungkap Samuel dalam keterangan tertulisnya, Rabu 14 Juni 2017.

Penentuan pemenang WSIS Prize dilakukan melalui lima tahapan, yaitu pendaftaran, penentuan nominator, pemungutan suara secara global, hingga penentuan pemenang oleh para pakar di ITU.

Adapun hal mendasar yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pemenang WSIS 2017 yakni relevansi program usulan dengan WSIS Action Lines yang tercantum dalam dokumen Geneva Plan of Action, dampak positif terhadap masyarakat, dan keterkaitan dengan Sustainable Development Goals.

Pada kesempatan tersebut, Donny B.U. (ICT Watch), Iman Abdurrahman (JRKI), Sanny Gaddafi (8Villages Indonesia), dan Muhaimin Iqbal (iGrow Resource Indonesia) hadir langsung di Jenewa untuk menerima penghargaan dari Sekretaris Jenderal ITU, Houlin Zhao.