Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Juni 2017 | 08:35 WIB
  • Tinggal di Mars, Bisakah Manusia Reproduksi?

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Tinggal di Mars, Bisakah Manusia Reproduksi?
Photo :
  • www.pixabay.com/ChadoNihi
Ilustrasi permukaan Planet Mars.

VIVA.co.id – Beredar wacana bahwa manusia akan serius menjajah Mars. Apabila benar demikian, maka yang perlu dipikirkan kali ini adalah bagaimana mereka bereproduksi di Planet Merah tersebut.

Asisten Profesor dari George Washington University School of Medicine and Health Sciences, Kris Lehnhardt, mengatakan para peneliti belum cukup tahu tentang bagaimana manusia bereproduksi serta merencanakan pemukiman permanen di sana.

"Ini adalah sesuatu yang tidak pernah kita pelajari sebelumnya, karena tidak relevan hingga kini. Tapi, apabila kita ingin menjadi spesies ruang angkasa dan ingin tinggal di sana secara permanen maka ini (reproduksi) adalah isu krusial yang harus kita hadapi karena belum dipelajari sepenuhnya," kata Lehnhardt, mengutip Space.com, Kamis, 15 Juni 2017.

Proses reproduksi di luar bumi bukanlah topik yang harus diabaikan. Bulan lalu, sekelompok peneliti di Jepang mengumumkan sperma tikus beku yang disimpan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama sembilan bulan mampu melahirkan anak anjing yang sehat.

Hasil tersebut membuktikan bahwa tingkat radiasi yang relatif tinggi di luar angkasa tidak menimbulkan hambatan reproduksi yang tidak dapat diatasi. Meski setelahnya sperma tikus tersebut dibawa kembali ke bumi untuk menghasilkan embrio kembangbiak di terra firma.

Bagaimana embrio manusia akan mengalir saat berada jauh dari bumi - di lingkungan berorbit mikrogravitasi, di ruang angkasa yang dalam, atau di Mars yang gravitasi permukaannya hanya 38 persen sekuat Bumi? Itu tetap menjadi misteri.

"Kami tidak tahu bagaimana perkembangannya. Apakah sperma akan menumbuhkan tulang seperti yang kita lakukan? Apakah mereka bisa datang ke bumi dan benar-benar berdiri?" ujar Lehnhardt, mempertanyakan.

Menurut dia, ada banyak hal yang perlu dipikirkan oleh para ilmuwan ke depan. Contohnya, orang-orang yang lahir dan tumbuh di Mars atau di habitat ruang angkasa yang besar, apakah mereka akan sangat berbeda dari manusia yang tinggal di bumi. Untuk itu, Lehnhardt akan memulai penelitian ini, yang mungkin, menjadi titik balik sejarah peradaban manusia.