Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 21 Juni 2017 | 09:20 WIB
  • Figure 1, Aplikasi Jejaring Sosial Dunia Medis

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Figure 1, Aplikasi Jejaring Sosial Dunia Medis
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi pelayanan medis.

VIVA.co.id – Tenaga medis profesional di sejumlah negara kini mampu berinteraksi secara luas dengan rekan kerjanya melalui jejaring sosial khusus dunia medis, Figure 1. 

Media sosial yang disebut sebagai "Instagram-nya dokter" ini memungkinkan mereka untuk mendiskusikan foto kondisi pasien yang ditangani.

Dokter praktik sekaligus salah satu penggagas Figure 1, Joshua Landy mengatakan, para dokter nantinya dapat belajar secara real time dari dokter-dokter lain yang pernah mengalami atau menangani kasus serupa.

"Bila Anda melihat sebuah kasus, Anda dapat memotretnya, Anda bisa jelaskan dan meminta bantuan. Anda bahkan bisa memberi tahu kasus Anda kepada seorang spesialis," ujar Landy, dikutip situs Fast Company Daily News Letter, Rabu, 21 Juni 2017.

Penerapan Figure 1 yang dilakukan dalam satu tahun terakhir ini mengungkap kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang disisipkan dalam medsos tersebut memberikan manfaat besar dalam bidang kesehatan dan kedokteran.

Akan tetapi, sejauh ini Figure 1 belum banyak memengaruhi praktik dokter. "Kami memeriksa aplikasi untuk pembelajaran mendalam terhadap berbagai masalah biomedis, mulai dari klasifikasi pasien, proses biologis mendasar, dan perawatan pasien," paparnya.

Fungsinya, lanjut Landy, untuk memprediksi apakah pembelajaran ini akan mengubah kinerja Figure 1 atau justru menjadi tantangan tersendiri dalam lingkungan biomedis.

"Kami menemukan bahwa pembelajaran mendalam belum merevolusi atau menyelesaikan secara pasti masalah-masalah ini, namun keuntungan menjanjikan telah dicapai pada keadaan sebelumnya," kata dia, menjelaskan.

Menurutnya, akan ada aplikasi bidang kedokteran lainnya di masa depan yang membantu memecahkan masalah medis. Semisal, melalui foto tentang kondisi dermatologis, atau dalam kedokteran umum seperti merawat luka, di mana dokter menangani proses yang berulang pada pasien.

Sebuah aplikasi cerdas, menurut Landy, suatu hari nanti akan mampu mengambil serangkaian gambar luka dan memastikan ukuran luka tersebut menyusut, tentunya tanpa memerlukan pengukuran fisik.