Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 29 Juni 2017 | 05:40 WIB
  • Vivo Perkenalkan Teknologi Fingerprint di WMC 2017

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Vivo Perkenalkan Teknologi Fingerprint di WMC 2017
Photo :
  • endah lismartini/viva.co.id
VIVO 1

VIVA.co.id – Vivo, perusahaan ponsel yang saat ini semakin merajai pasar ponsel Asia, mengenalkan dua teknologi inovatif mereka. Di acara World Mobile Congress 2017 yang diadakan di Shanghai, inovasi ini untuk pertama kalinya diperkenalkan pada publik.

Dua teknologi yang mereka sampaikan di acara World Mobile Congress 2017 adalah Vivo Under Display Fingerprint Scanning Solution.

Melalui teknologi ini, para pengguna ponsel Vivo bisa menjadikan sidik jari mereka sebagai password. Teknologi ini selangkah lebih maju dalam hal keamanan karena password tak lagi menggunakan angka atau kode tertentu.

Melalui teknologi, maka display di layar ponsel Vivo akan terlihat penuh, utuh, dan tak ada area yang menjadi bingkai.

"Dalam rencana pengembangan tim Riset dan Pengembangan Vivo, scanning menggunakan sidik jari tak aka dilakukan melalui tombol atau area tertentu, namun area sidik jari itu akan tersentuh persis di bawah layar, di balik lapisan baja, atau bisa saja di dalam frame," ujar Manager Inovasi Produk Vivo, Jay Hong, saat pengenalan produk tersebut di acara World Mobile Congress 2017 di Shanghai, China.

VIVO 2

"Merujuk kepada ahli teknologi yang bertanggung jawab pada pengenalan teknologi baru kami, Vivo Under Display adalah sebuah solusi membuka password terbaru yang berbasis Qualcomm Fingerprint Sensors. Ultrasoun dari sensor bisa dipenetrasikan melalui display OLED," tuturnya.

Menurut Jay Hong, karena teknologi ini tak membutuhkan tombol fisik untuk sensor sidik jari, maka tampilan desain utuh seluruh layar jadi mungkin, dan terintegrasi secara utuh, juga memungkinkan sistem mekanis yang ada di dalam tubuh ponsel menjadi anti-air atau waterproofing. "Ini jelas menjadi promosi inovasi terbaru dalam tampilan ponsel," ujar Jay Hong.

Berbasis teknologi ultrasonik, rekognisi teknologi sidik jari bisa menjadi teknologi masa depan yang merealisasikan interaksi pengguna dengan gesturnya, verifikasi keamanan, dan fitur lainnya. "Kecanggihan ini akan membuat penggunanya akan memberikan pengalaman yang luar biasa," kata Jay Hong. (ase)