Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 30 Juni 2017 | 17:12 WIB
  • Begini Cara Teraman Hindari Ransomware Petya

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Reza Fajri
Begini Cara Teraman Hindari Ransomware Petya
Photo :
  • Pixabay/geralt
Ilustrasi virus komputer

VIVA.co.id – Virus ransomware Petya tengah menjadi sorotan saat ini. Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure atau Id-SIRTII, Bisyron Wahyudi meminta masyarakat segera mencadangkan data agar aman dari serangan virus tersebut. 

"Jadi satu-satunya cara aman dengan mindahin data atau hard disk saja. Hard disk tadi pun masih bisa dipakai ke PC lain yang aman," kata Bisyron ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat 30 Juni 2017.

Bisyron menegaskan, data akan aman setelah dipindahkan ke hard disk lain, atau sebelum virus pemalak itu menyerang komputer. Setelah muncul gejala serangan dan komputer me-restart otomatis, Bisyron mengatakan, seluruh daya ke komputer harus segera dimatikan. 

"Yang sudah terkena, terutama yang sudah muncul pesan-pesan (gejala), sebelum restart, dimatikan saja. Dia (virus) mengenkripsi setelah restart antara 10-30 menit," ujar Bisyron. 

Bisyron menjelaskan, jika komputer tidak di-restart, maka selamanya komputer itu tidak akan aman dipakai. Namun komputer bisa aman jika hard disk sudah diamankan sebelum infeksi. 

"Masalahnya (virus) kan di HDD, bukan di komputernya," kata Bisyron. 

Sementara itu, pemerintah juga siap mengantisipasi potensi serangan virus ransomware Petya. Meski sejauh ini belum ada kasus serangan langsung di Indonesia. Salah satu upaya pemerintah terutama Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan sosialisasi pakai pesan singkat berantai ke masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan institusinya sudah mengirim sosialisasi ini ke sejumlah instansi tiga sektor yaitu perhubungan, keuangan perbankan, dan energi.

"Sekarang kita akan sosialisasikan ke masyarakat, terutama yang kembali dari mudik lebaran. Akan kita kirim SMS ke pengguna seluler, agar ini jangan hoax. Karena kebiasaan hoax, jadi nanti dianggap hoax," kata Rudiantara di Jakarta, Jumat 30 Juni 2017.