Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 12 Juli 2017 | 16:54 WIB
  • Astronom Temukan ‘Kurcaci Cokelat’ di Galaksi Bima Sakti

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Astronom Temukan ‘Kurcaci Cokelat’ di Galaksi Bima Sakti
Photo :
  • Pixabay/Derwiki
Ilustrasi galaksi bima sakti.

VIVA.co.id – Astronom melaporkan temuan barunya. Mereka menemukan bintang terkecil di galaksi Bima Sakti yang disebut EBLM J0555-57Ab. Ilmuwan mendeteksi ukuran bintang ini sedikit lebih besar dari Planet Saturnus.

Sementara itu, jaraknya sekitar 600 tahun cahaya dari Bumi. Astronom Alexander Boetticher dari University of Cambridge, Inggris, menyebutkan, EBLM J0555-57Ab adalah bagian dari sistem biner, karena ia mengorbit bersama bintang lain yang jauh lebih besar.

Ia mengatakan, dengan ukurannya yang amat kecil, menandakan bahwa bintang ini hanya memenuhi syarat sebagai bintang saja, meski ada kemungkinan EBLM J0555-57Ab berukuran lebih kecil dari bintang pada umumnya.

"Penemuan kami mengungkapkan betapa kecilnya bintang ini. Jika bintang ini terbentuk dengan massa yang sedikit lebih rendah, reaksi fusi hidrogen pada intinya tidak dapat dipertahankan. Bintang tersebut berubah seperti ‘kurcaci cokelat’," ungkap Boetticher, melalui Science Alert, Rabu 12 Juli 2017.

Untuk alasan itu, ‘kurcaci cokelat’ kerap disebut sebagai bintang yang gagal. Meski memiliki proporsi miniaturnya, EBLM J0555-57Ab mampu mempertahankan cukup massa untuk mengubah hidrogen menjadi helium di dalam inti.

Selain bentuknya mini, wujud EBLM J0555-57Ab juga sangat samar, yakni berada di antara 2.000-3.000 kali lebih redup dari Matahari. "Ini sama seperti mencoba melihat lilin di samping mercusuar," katanya.

Salah satu tim peneliti, Amaury Triaud, mengaku bahwa sebelum ia dan tim menyadari apa yang dilihat, EBLM J0555-57Ab tidak dicurigai sebagai bintang.

EBLM J0555-57Ab terdeteksi setelah melintasi bintang yang mengorbit di depannya, yang berukuran lebih besar dari fisiknya.

Triaud menjabarkan proses penemuannya hampir serupa saat mereka menemukan eksoplanet, atau planet yang mengorbit bintang di luar tata surya. Meski demikian, masih dibutuhkan pengukuran lebih lanjut untuk memastikan identitas sebenarnya dari objek ini.

"Memang, sampai kita memastikan massanya, bintang itu untuk sementara dianggap seperti planet transit," ujar Triaud.