Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 12 Juli 2017 | 18:39 WIB
  • Kondisi Keuangan Parah, Perusahaan AS-China Batal Merger

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Kondisi Keuangan Parah, Perusahaan AS-China Batal Merger
Photo :
  • newtier.com
Ilustrasi Akuisisi.

VIVA.co.id – Vizio, produsen televisi layar datar asal California, Amerika Serikat, mengajukan dua tuntutan hukum terhadap perusahaan elektronik asal China, LeEco.

Mengutip situs The Verge, Rabu 12 Juli 2017, tuntutan ini berdasarkan pada permasalahan usaha penggabungan (merger) dua perusahaan tersebut. Alhasil, perjanjian yang telah disepakati pada April 2016 harus kandas di awal tahun ini.

Menurut pengakuan Vizio, pada saat pengumuman kesepakatan terbentuk, LeEco sudah mulai tumbang lantaran kas perusahaan yang labil dan masalah keuangan yang parah. 

Kabarnya, ini sudah berjalan selama berbulan-bulan. Vizio menuduh aksi korporasi yang dilakukan LeEco merupakan tameng bagi perusahaan itu untuk menciptakan kesan positif posisi finansialnya.

Atas kejadian tersebut, Vizio menuntut ganti rugi sebesar US$60 juta. Gugatan tersebut dilayangkan karena selama negosiasi berlangsung, baik itu di Beijing dan Irvine.

Namun, manajemen LeEco mengklaim bahwa kondisi finansial perusahaannya dalam keadaan kondusif. Akan tetapi, Vizio bersikukuh kalau LeEco tidak dapat menghasilkan transaksi sebesar US$2 miliar dari hasil penjualannya.

Vizio juga menuduh LeEco gagal untuk sepenuhnya menutup biaya penghentian pembeli senilai US$100 juta, sebagaimana tertulis dalam kesepakatan kedua belah pihak. Sejauh ini, LeEco baru bisa membayar US$40 juta.

Selain itu, Vizio juga menuduh bahwa LeEco telah mengakses informasi rahasia seluruh pelanggannya, setelah merger diumumkan. LeEco kemudian menggunakan data tersebut secara diam-diam untuk kepentingan pribadi perusahaan.

Setelah merger batal, Vizio dan LeEco mengumumkan bahwa mereka akan membentuk sebuah kemitraan yang akan menghasilkan dua hal.

Pertama, LeEco akan membawa beberapa produk Vizio ke China. Kedua, Vizio akan menambahkan aplikasi LeEco ke perangkat lunak televisinya.

Akan tetapi, Vizio mengakui, kedua hal tersebut tidak dilakukan sama sekali oleh LeEco. Meski begitu, Vizio mengakui bahwa tuntutan terhadap LeEco ke pengadilan federal mungkin tidak ada gunanya.

Namun, di sisi lain, dalam sebuah tuntutan kedua yang dibuat Vizio, pihaknya meminta tebusan senilai US$50 juta, dan menargetkan salah satu anak perusahaan LeEco, Le Technology, yang beroperasi di luar California.

Dikabarkan pula, dalam beberapa pekan terakhir, aset milik pimpinan LeEco akan dibekukan, di tengah meningkatnya keluhan dari kreditor dan mitra perusahaan berbasis di Negeri Tirai Bambu itu.