Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 25 Juli 2017 | 12:31 WIB
  • Pengemudi Ajak Mesum Penumpang, Grab Bertindak Tegas

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Pengemudi Ajak Mesum Penumpang, Grab Bertindak Tegas
Photo :
  • REUTERS/Edgar Su
Suasana kantor Grab di Singapura

VIVA.co.id – Kasus pengemudi ojek daring tak sopan kembali terjadi. Kali ini oknum pengemudi Grab meneror penumpang perempuan dan mengajak mesum di kontrakannya. Sebal dengan ulah oknum pengemudi Grab tersebut, korban yang diketahui bernama @irinairinisa mengunggah bagaimana kurang ajarnya oknum pengemudi itu di media sosial.

Dalam percakapannya, oknum pengemudi yang bernama Supriadi dengan motor nomor polisi B 4127 TGF menerima order menjemput korban dari Masjid Jami Ruhul Jihad menuju Royal Citayam Residence. 

Supriadi kemudian menanyakan posisi korban melalui fitur chatting dalam aplikasi mobile Grab. Calon penumpang Grab ini kemudian menjawab posisinya di Stasiun Citayam, Depok, Jawa Barat. Kemudian Supriadi malah menawarkan agar korban nanti ke kontrakannya. 

"Nanti mampir ke kontrakan saya dulu mau ga mbak? itung-itung malem jumatan mbak. Nanti saya bayar sampe jam 2. 500 ribu," tulis Supriadi. 

Kontan saja, pesan tersebut tak dijawab oleh si calon penumpang. Namun Supriadi terus menanyakan apakah calon penumpangnya ini berkenan atau tidak. 

Supriadi juga menawarkan, nanti jika sudah selesai mampir di kontrakan, dia bersedia mengantarkan sang korban ke rumahnya. Supriadi bahkan bertanya lagi dan mengirimkan pesan dia sudah membeli kondom.

Kesal dengan sikap tersebut, @irinairinisa dalam postingannya, mengajak penumpang ojek daring kaum hawa agar berhati-hati dengan hal seperti itu. Ia juga menyadari, tak semua mitra pengemudi daring berulah bejat seperti itu. 

Menanggapi kejadian tersebut, Grab langsung turun tangan. Country Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar menegaskan, tim Grab sudah menindak tegas oknum pengemudi yang berbuat tidak sopan ini.

"Akun mitra pengemudi yang bersangkutan sudah dibekukan sambil menunggu hasil investigasi," ujar Mediko. 

Dia mengatakan selain menginvestigasi, Grab mengaku berusaha menghubungi si calon penumpang. "Kami berusaha menghubungi penumpang untuk meminta keterangan lebih lanjut," jelasnya.