Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 26 Juli 2017 | 15:50 WIB
  • Tiga Negara Asia Berlomba ke Bulan, Siapa Menang?

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Tiga Negara Asia Berlomba ke Bulan, Siapa Menang?
Photo :
  • REUTERS/China Daily
Roket Chang'e-3 milik China meluncur ke antariksa.

VIVA.co.id – Di era Perang Dingin, Amerika Serikat dan Uni Soviet berlomba mengirim manusia ke luar angkasa. Puncaknya, pada 1969, di mana Apollo 11 berhasil membawa Astronaut Neil Armstrong dan Buzz Aldrian ke bulan.

Hampir 50 tahun lamanya, kini perlombaan menuju ruang angkasa bergeser ke Asia. Tercatat, Jepang menjadi pesaing terkini China dan India yang berencana mengirim manusia ke bulan.

China dan India masih malu-malu kapan tepatnya mau kirim astronaut-nya ke bulan. Tapi tidak dengan Jepang. Badan Antariksa dan Eksplorasi (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA) akan menempatkan astronaut di bulan pada 2030.

Memang, untuk urusan luar angkasa, China merupakan yang terbaik di Asia. Meski mereka baru berencana mengirim taikonaut (sebutan untuk astronaut) ke bulan pada 2036, namun mereka justru lebih dahulu akan mengirim manusia ke Mars pada 2020. 

Begitu pula India. Mereka mengklaim akan sampai ke bulan sebelum 2020. Juru Bicara JAXA mengungkapkan, pihaknya telah mengirim proposal misi luar angkasanya ini ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang.

Untuk mencegah membengkaknya anggaran, maka mereka berencana menggandeng negara lain yang telah memiliki fasilitas penjelajahan luar angkasa, yakni NASA.

"Misi luar angkasa Jepang akan diumumkan pada Forum Eksplorasi Luar Angkasa Internasional yang akan diadakan di Tokyo pada bulan Maret tahun 2018," ujar Presiden JAXA, Naoki Okumura, seperti dikutip Weforum, Rabu, 26 Juli 2017.

China kirim 2 astronaut ke luar angkasa

Dua taikonaut usai menjalankan misi luar angkasa.

Bangun Stasiun Antariksa

Idenya, lanjut sang jubir, adalah untuk bergabung dengan misi pimpinan NASA pada 2025 untuk membangun stasiun antariksa pada orbit bulan, sebagai bagian dari upaya jangka panjang NASA untuk mencapai Planet Mars.

“Kami berharap kontribusi terhadap misi multinasional dan berbagi teknologi Jepang akan memberinya tempat yang didambakan di stasiun itu. Dari situ akhirnya bisa mengirim astronaut ke bulan,” kata dia.

Pengumuman ini muncul ketika China dan India mengembangkan program antariksa mereka. Pada April kemarin, pertama kali dalam sejarah, China mengirim Tianzhou-1, pesawat kargo luar angkasa ke orbit. 

Ini merupakan langkah awal membuat basis luar angkasa pada 2022. Pesawat kargo tersebut dibawa oleh roket peluncur Long March-7 Y2.

Kargo akan berlabuh di laboratorium luar angkasa China, Tiangong-2. Kargo tersebut membawa bahan bakar beserta perbekalan. China akan melakukan serangkaian eksperimen sebelum roket-reket jatuh kembali ke bumi.

Sebelumnya, pada November tahun lalu, Pesawat Antariksa CHina, Shenzhou-11, kembali ke bumi dan membawa pulang dua taikonaut dari misi orbit terlamanya. (ren)