Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 28 Juli 2017 | 19:56 WIB
  • Demi Petani, Pemerintah Bangun Desa Broadband

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Demi Petani, Pemerintah Bangun Desa Broadband
Photo :
  • Twitter/@KemenDesa
Pameran Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Purkades)

VIVA.co.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mendukung rencana yang dilakukan oleh Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi ?dan Informatika atau BP3TI Kementerian Komunikasi dan Informatika. Keduanya siap untuk membangun desa broadband dengan tujuan agar petani dan penduduk desa merasakan manfaat internet.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengemukakan, dewasa ini seluruh masyarakat Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan akses internet. Sebab, koneksi internet dapat dimanfaatkan penduduk desa dan petani untuk berjualan secara daring.

"Harus didukung, dong. Saat ini, masyarakat desa butuh sekali internet. Mereka bisa menjual hasil pertanian dan kreativitasnya di dunia maya, seperti di e-commerce. Itu yang dibutuhkan," tuturnya usai membuka pameran Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Purkades) di Thamrin City, Jakarta, Jumat 28 Juli 2017.

Sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat desa dan petani agar dapat bersaing di era digital, pemerintah telah menggelar Expo Prukades 2017 untuk mengenalkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diunggulkan di desanya kepada masyarakat kota.

"Kita kasih intensif dengan Purkades ini, kasih bibit produksi seperti jagung, ikan, padi. Sehingga desa itu punya skala produksi besar. Dengan ini, pemerintah bisa membawa swasta atau BUMN untuk berinvestasi di desa-desa," ucapnya.

Dia menuturkan kalau  program tersebut berhasil, maka semua pemangkau kepentingan diuntungkan karena masyarakat desa dapat jaminan pasar.

 “Masyarakat desa dapat akses pendanaan, dunia usaha juga dapat kesempatan berusaha karena ada skala ekonominya," katanya.

Eko menjelaskan, dewasa ini masyarakat desa tidak hanya membutuhkan koneksi internet, tetapi juga pasokan listrik yang cukup.

Seperti diketahui, BP3TI berencana menutup area blankspot pada sekitar 5.000 desa yang akan rampung pada 2019. Menurut BP3TI, hingga akhir Desember r 2016, mereka telah membangun sebanyak 31 BTS aktif dan sebanyak 40 BTS masih dalam proses pembangunan.