Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 3 Agustus 2017 | 10:15 WIB
  • YouTube Punya Teknologi Baru Hapus Video Radikal

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
YouTube Punya Teknologi Baru Hapus Video Radikal
Photo :
  • Viva.co.id/Agus Tri Haryanto
Logo YouTube.

VIVA.co.id – YouTube telah mengembangkan teknologi barunya. Teknologi ini mampu mendeteksi jumlah video yang terkait dengan ekstremis dan teror. Dengan teknologi itu, platfom video milik Google itu telah menghapus dua kali lipat video tersebut dalam sebulan. 

Lebih dari 75 persen video ekstremis yang dihapus bulan lalu, telah dihilangkan sebelum pengguna 'menandai' konten itu sebagai konten yang tidak sesuai sesuai ketentuan kebijakan konten raksasa internet tersebut.

"Selama bulan lalu, inisiasi kami menggunakan mesin pembelajaran telah meningkat dua kali lipat dalam jumlah video yang kami hapus karena ekstremisme, dan dua kali lipat mampu menurunkan konten semacam ini," kata seorang juru bicara YouTube dalam blog perusahaan dikutip The Australian, Kamis 3 Agustus 2017.

YouTube menegaskan, mereka akan terus mengembangkan teknologi ini untuk menghasilkan kemajuan yang lebih besar dalam membersihkan konten negatif pada platform tersebut.

YouTube dan induknya, Google, menggunakan sistem baru tersebut menyusul kecaman keras dari para pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dan Perdana Menteri Inggris Theresa May. Dua pemimpin tersebut menganggap kedua platform itu gagal mencegah penyebaran propaganda terorisme.

Teknologi baru yang diterapkan YouTube itu  ditinjau oleh para ahli untuk memastikan apakah benar menargetkan konten ekstremis. Sementara YouTube mengatakan teknologi baru ini terkadang terbukti lebih cerdas daripada manusia dalam menandai sebuah video.

"Keakuratan sistem kami telah meningkat secara dramatis karena teknologi mesin pembelajaran kami," kata juru bicara tersebut. 

YouTube mengakui, meskipun alat ini tidak sempurna dan tidak tepat untuk setiap pengaturannya, tapi dalam banyak kasus sistem tersebut terbukti lebih akurat daripada manusia dalam menghapus video yang layak diturunkan.

Saat ini, lebih dari 400 jam video diunggah ke YouTube setiap menit. Ini menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mengidentifikasi dan menghapus konten ilegal.

Setelah serangan teror Jembatan London pada Juni, May dan Turnbull membidik perusahaan seperti Google dan Facebook karena menyediakan tempat berkembang biak yang aman untuk ideologi ekstremis. Mereka meminta agar kesepakatan internasional tercapai.