Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 10:27 WIB
  • Wali Kota London Sebut Youtube Gagal Cegah Kekerasan

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Wali Kota London Sebut Youtube Gagal Cegah Kekerasan
Photo :
  • REUTERS/Hannah McKay
Wali Kota London, Sadiq Khan.

VIVA.co.id – Wali Kota London, Sadiq Khan mengkritik YouTube, platform video milik Google, setelah gagal menurunkan empat video dari geng kekerasan. Video yang menunjukkan metode pembunuhan dan cara mengancam musuh tersebut kenyataannya telah ditandai atau flagged oleh polisi.

Khan mengingatkan platform video itu untuk menghapus konten kekerasan yang mengagungkan kejahatan. Ia mengatakan, kebijakan perusahaan mesin pencarian raksasa tersebut untuk saat ini tidak berjalan serius.

"Google, YouTube dan platform lainnya bertanggung jawab kepada jutaan anak muda yang menggunakan situs mereka setiap hari, dan yang perlu diingat adalah mereka dapat memperkuat pedoman hidup mereka," ujar seperti mengutip The Guardian, Senin 7 Agustus 2017. 

Khan meminta perusahaan digital raksasa itu segera menghapuas konten yang melanggar tersebut. Wali kota muslim itu menyilakan Google bekerja sama dengan mitra, untuk membantu memastikan video mengerikan semacam itu tidak muncul kembali. 

"Hidup bisa terpengaruh karenanya. Media sosial dan internet dapat digunakan untuk mengobarkan ketegangan dan meningkatkan kekerasan lebih cepat daripada sebelumnya, dan video ini adalah contoh mengejutkan dari glamorisasi budaya geng," ucapnya.

Video tersebut memperlihatkan anggota geng melambaikan pisau bergaya Rambo saat mereka mencoba untuk mengalahkan saingannya. Video ini telah ditonton lebih dari 356 ribu kali dan belum dihapus, meskipun YouTube mengatakan video ini mengandung unsur ancaman, pelecehan, intimidasi dan menghasut orang lain untuk melakukan tindakan kekerasan.

Meski dipermasalahkan, YouTube mengatakan video tersebut tidak melanggar pedomannya. Atas insiden itu, Google baru-baru ini mengatakan akan mulai menerapkan standar yang lebih ketat pada video yang dianggap tidak pantas dalam beberapa pekan mendatang.

Kejahatan bersenjata di London meningkat 42 persen antara 2014 dan 2015 serta 2015 dan 2016, kejahatan kriminal yang disebabkan oleh penggunaan pisau sebesar 24 persen. Seorang juru bicara YouTube menyampaikan, walaupun YouTube adalah platform untuk berekspresi secara bebas dan kreatif, namun pihaknya benar-benar melarang video yang mempromosikan kekerasan.

"Kami memiliki spesialis kebijakan yang berbicara banyak bahasa yang berbasis dari berbagai negara bagian dan zona waktu di seluruh dunia untuk meninjau dan menghapusnya. Menandai konten yang melanggar peraturan kami," ujar juru bicara YouTube.

YouTube menegaskan akan bekerja sama dengan polisi dan organisasi lain untuk memahami konteks lokal sehingga bisa makin menyadari ancaman yang nyata. 

"Kami berkomitmen untuk melanjutkan dan memperbaiki pekerjaan kami dalam masalah ini dan membuat YouTube menjadi tempat yang tidak bersahabat bagi mereka yang berusaha menyakiti," ujar YouTube.