Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 01:02 WIB
  • Survei: Film Porno Bikin Wanita Tak Pede di Ranjang

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Survei: Film Porno Bikin Wanita Tak Pede di Ranjang
Photo :
  • Pexels/Kristin Vogt
Ilustrasi tempat tidur.

VIVA.co.id – Selama ini film porno dipercaya mampu meningkatkan gairah seksual di ranjang. Namun tidak demikian dalam beberapa waktu belakangan. Survei terbaru menunjukkan bahwa film porno berisiko negatif bagi kehidupan pasangan di ranjang, terutama kaum wanita.

Dilansir Medical Daily, wanita yang menonton film porno kerap frustasi saat harus berhubungan di ranjang. Pasalnya, yang terbayang dalam pikiran para wanita saat diranjang adalah tubuh sempurna yang diperlihatkan karakter di film porno. Kesempurnaan itu terkadang tidak sesuai dengan karakter tubuh pasangannya.

Tidak hanya terkait dengan pencitraan karakter pasangan, tapi juga bentuk tubuh dari si wanita tersebut membuat tidak percaya diri. Para wanita akan membandingkan alat vital dan tubuh miliknya dengan kemolekan pemeran film porno.

"Kemolekan dan kesempurnaan tubuh pemeran film porno memang menipu karena proses editing. Ukurannya bisa terlihat lebih besar ketimbang rata-rata yang ada. Bahkan proses berhubungan lebih lama ketimbang di kehidupan nyata. Pria di film porno pun lebih lama ereksi ketimbang wanita, yang bisa lebih mudah 'naik'. Namun itu semua menipu," kata peneliti yang melakukan survei ini, Kaitlyn Goldsmith.

Namun Goldsmith menilai, ada semacam kekurangan dalam survei ini. Pasalnya, kebanyakan responden adalah para wanita yang tidak memiliki pendidikan tinggi. Oleh karena itu, Goldsmith berpendapat jika level pendidikan seorang wanita juga bisa berpengaruh terhadap hasil survei dan reaksinya terhadap keterlibatan film porno dalam kehidupan rumah tangga mereka.

Namun yang jelas, survei tersebut memberikan kepastian bahwa film porno sama-sama berpengaruh negatif untuk pria dan wanita.

Sebelumnya, dalam sebuah survei yang dilakukan pada 2016, menunjukkan bahwa pornografi mampu meningkatkan risiko perceraian dalam kehidupan berumah tangga.