Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 11:35 WIB
  • Mimpi AS Gabungkan Teknologi Drone dengan Kecerdasan Buatan

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Mitra Angelia
Mimpi AS Gabungkan Teknologi Drone dengan Kecerdasan Buatan
Photo :
  • www.globalexchange.org
Drone milik AS.

VIVA.co.id – Angkatan Laut Amerika Serikat bermimpi memiliki pesawat tak berawak (drone) dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/A1).

Menurut Panglima Komando Tempur Ekspedisi Angkatan Laut AS, Brian Brakke, teknologi ini akan bertugas untuk menelusuri, memindai, dan menginformasikan landasan pacu yang rusak akibat serangan musuh.

Dengan begitu, para personel militer bisa dengan cepat menyisir dan memperbaikinya, sehingga pesawat, baik tempur maupun angkut, bisa mendarat dan terbang dengan segera. Brakke merupakan salah satu tokoh yang menginisiasi ide tersebut.

"Apakah ada (drone) kecerdasan buatan yang bisa melintasi dan memindai lapangan, lalu melaporkan bahwa di sana ada amunisi yang belum meledak?" kata Brakke berangan-angan, seperti dikutip Defense News, Jumat 11 Agustus 2017.

Ide tersebut bagian dari upaya membantu menemukan cara terbaik untuk memperbaiki landasan dengan cepat.

Selain itu, teknologi ini membantu pasukan penjinak bom dalam meminimalisasi korban jiwa akibat ranjau atau amunisi aktif yang meledak.

"Kemampuan itu (menjinakkan bom) benar-benar masih dimiliki oleh mata manusia," tutur Brakke. Para ahli menanggapi ide Brakke dengan mengatakan sebenarnya telah ada drone berkemampuan AI.

Pakar Sistem Nirawak dari University of Pennsylvania, AS, Michael Horowitz, mengungkapkan, drone ini bertugas memetakan lokasi yang ketika selesai AI akan mengolah serta menganalisis data.

"Saya sangat setuju dengan idenya. Tapi, saat ini memang belum tersedia spesifikasinya. Kemampuan drone yang diinginkan Brakke harus dituangkan ke dalam cetak biru. Ini menjadi lompatan baru bagi teknologi drone," ungkap Horowitz. (art)