Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 14 Agustus 2017 | 11:20 WIB
  • Bos SpaceX: Kecerdasan Buatan Lebih Bahaya dari Korut

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Bos SpaceX: Kecerdasan Buatan Lebih Bahaya dari Korut
Photo :
  • REUTERS/Aaron P. Bernstein
sorot antariksa - elon musk - tesla motors

VIVA.co.id – Pendiri perusahaan antariksa swasta SpaceX, Elon Musk mengungkapkan lagi bagaimana teknologi kecerdasan buatan punya risiko yang tinggi bagi dunia. 

Musk belum lama ini mengatakan artificial intelligence atau kecerdasan buatan merupakan ancaman yang lebih besar dibanding Korea Utara. 

Dikutip dari Ubergizmo, Senin 14 Agustus 2017, pernyataan Musk itu untuk mengingatkan jika pengembangan kecerdasan buatan tidak disertai dengan bagaimana langkah keamanan teknologi tersebut, maka akan menciptakan risiko berbahaya bagi dunia. 

"Risiko lebih besar dari Korea Utara," tulisnya di akun Twitternya. 

Sebagaimana diketahui Korea Utara kini sedang menjadi perhatian dunia menyusul uji coba beragam rudal balistiknya. Terakhir negeri yang dipimpin Kim Jong-il itu menyiapkan empat rudal balistiknya untuk menyerang Guam dan meningkatkan reaksinya dengan Amerika Serikat.

Dalam hal 'pembatasan' kecerdasan buatan itu, Musk sudah menyatakan gerakan dan dukungan pada OpenAI, sebuah upaya nonprofit yang mempromosikan pengembangan kecerdasan buatan yang menimbang keamanan. 

Pendiri SpaceX itu mengaku mulai khawatir dengan perkembangan kecerdasan buatan, yang nantinya bisa melampaui dan lebih kuat dari manusia. Bahkan, sejak beberapa tahun lalu, Musk tak ragu menyebutkan bahaya kecerdasan buatan berpotensi lebih bahaya dari nuklir. Sampai saat ini Musk terus konsisten dengan pendapatnya tersebut.   

Pada barisan yang sama, kosmolog kondang Stephen Hawking, juga mengkhawatirkan kecerdasan buatan dalam bentuk robot. Hawking mengakui, memang sukses menciptakan kecerdasan buatan menjadi peristiwa terbesar dalam sejarah manusia. Tapi sayangnya, kata dia, prestasi itu bisa menjadi kesuksesan terakhir sampai manusia bisa menghindari risiko buruknya. 

Kedua figur itu takut, jika kecerdasan buatan mencapai titik singularitas, berarti ini tanda sudah berbahaya. Singularitas adalah titik saat kecerdasan buatan mencapai dan melampaui kapasitas manusia.