Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 14 Agustus 2017 | 12:02 WIB
  • Nilai Tukar 1 Bitcoin Tembus Rp56 Juta, Kok Bisa?

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Nilai Tukar 1 Bitcoin Tembus Rp56 Juta, Kok Bisa?
Photo :
  • www.pixabay.com/MichaelWuensch
Ilustrasi bitcoin.

VIVA.co.id – Mata uang digital Bitcoin mencetak tonggak sejarahnya. Nilai tukar Bitcoin melonjak dan memecahkan rekor. Per akhir pekan lalu, nilai satu Bitcoin mencapai nilai tertinggi, setara dengan US$4.224 atau Rp56 juta. Nilai mata uang Bitcoin secara pelan terus meningkat, bandingkan dengan saat Bitcoin muncul pada 2010, yang mana nilainya kala itu setara dengan 8 sen. Artinya dibandingkan pada 2010, nilai Bitcoin saat ini telah meningkat berlipat-lipat.

Dikutip dari Cnet, Senin 14 Agustus 2017, kenaikan nilai Bitcoin tergolong cepat dan signifikan sepanjang bulan ini. Kenaikan satu Bitcoin pada akhir pekan lalu itu melampaui nilai tukar US$3.000 pada awal bulan ini. 

Menurut laman kabar mata uang digital, CoinDesk, nilai Bitcoin bertambah US$600 kurang dari 48 jam pada akhir pekan lalu dan meningkat lebih dari US$1000 per unit dalam sepekan. 

Dengan kenaikan tersebut, menurut laman Sputniknews, kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai US$64 miliar, naik sekitar US$10 miliar dibanding pekan sebelumnya. Kenaikan nilai mata uang Bitcoin itu juga dipandang terpengaruh oleh munculnya pecahan Bitcoin yakni Bitcoin Cash yang muncul pada 1 Agustus lalu. 

Kehadiran Bitcoin Cash itu dirancang untuk mengatasi meningkatkan popularitas Bitcoin. Kemunculan Bitcoin Cash juga memang menjadi perdebatan, sebab banyak orang menyangsikan apakah dengan pecahan baru itu, Bitcoin akan turun nilainya.  

Namun ada spekulasi lain, nilai Bitcoin meningkat lantaran penerapan protokol SegWit baru yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan transaksi di semua belahan dunia. 

Sementara laman CNBC melaporkan, permintaan Bitcoin memang meningkat di Jepang, yang secara tradisional adalah pasar terbesar mata uang digital tersebut. CryptoCompare melaporkan, saat ini Jepang memiliki hampir 46 persen dari volume perdagangan Bitcoin secara global, angka itu naik sekitar 33 persen sehari sebelumnya.