Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 22 Agustus 2017 | 12:53 WIB
  • Di AS Juga Heboh Aksi Pembajakan Nomor Ponsel

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Di AS Juga Heboh Aksi Pembajakan Nomor Ponsel
Photo :
  • REUTERS/Benoit Tessier
Uang bitcoin.

VIVA.co.id – Kejahatan yang mengincar nomor telepon pengguna demi mendapatkan akses ilegal ke akun pribadi ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika, kini marak kelakuan hacker yang menargetkan nomor ponsel pengguna telekomunikasi.

Dilansir dari Times, peretas telah melakukan aksi hacking lewat metode social engineering. Caranya, para hacker menelepon operator yang ada di AS, baik Verizon, T-Mobile, Sprint maupun AT&T, untuk mengambil alih kepemilikan nomor ponsel calon korban yang sudah ditargetkan. Nomor tersebut dibuat seolah hilang sehingga hacker menjadi pemilik baru dari nomor seluler tersebut. 

Usai mendapatkan nomor milik korban yang ditargetkan, hacker kemudian akan melakukan reset password terhadap tiap akun yang terkoneksi dengan nomor tersebut. Belakangan, pengguna gadget memang kerap menggunakan nomor ponsel sebagai cadangan untuk keamanan perangkat.

"Tiba-tiba saja iPad saya restart sendiri, begitu juga dengan ponsel dan komputer saya. Ini yang membuat saya heran dan menyadari ada hal serius yang terjadi," ujar Chris Burniske, seorang investor mata uang virtual yang menjadi korban dari modus ini.

Menurut Times, dalam hitungan detik, perangkat Burniske telah diambil alih hacker. Para kriminal siber itu telah mampu mengubah password dan menguras semua “dompet” berisi mata uang virtual milik Burniske yang berjumlah total US$150.000.

Yang lebih mencengangkan, Komisi Perdagangan Federal AS melaporkan ada sekitar 1.038 aduan terkait dengan pembajakan nomor seluler di AS pada Januari 2013. Tiga tahun kemudian, jumlahnya meningkat hampir tiga kali lipat, mencapai 2.658 laporan. Targetnya adalah mereka yang memiliki uang virtual macam bitcoin.

Dijelaskan Bitcoin Entrepreneur, Joby Weeks, banyak pengguna mata uang virtual (cryptocurrency) yang mengaku kehilangan kendali atas nomor ponsel mereka sendiri. Nomor ponsel itu diakui telah dicuri dan diambil alih.

"Penyelenggara dompet virtual terbesar di internet, Coinbase, telah mengimbau penggunanya untuk memutuskan koneksi di smartphone mereka dengan akun Coinbase. Namun kami merasa hal itu tidak cukup melindungi kami. Coinbase harus mengupayakan menunda transfer dari akun yang dicurigai, terutama yang baru saja melakukan pengubahan password," ujar Joby. (one)