Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 24 Agustus 2017 | 12:48 WIB
  • Waze: Ganjil Genap di Jakarta Menginspirasi Luar Negeri

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia,
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti,
    • Amal Nur Ngazis
Waze: Ganjil Genap di Jakarta Menginspirasi Luar Negeri
Photo :
  • Viva.co.id/Lazuardhi Utama
Direktur Waze, Di-Annn Eisnor di Google for Indonesia 2017.

VIVA.co.id – Google Indonesia merasaan banyak hal yang lahir dari kompleksitas lalu lintas di Jakarta. Sebagai Ibu Kota negara dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, solusi yang dilahirkan otoritas di DKI Jakarta menjadi inspirasi negara di luar negeri.

Director of Growth for Waze, Di-Annn Eisnor mengatakan aplikasi navigasi Google selalu ingin menjadi solusi dalam masalah lalu lintas di kota besar di Indonesia.

Salah satunya adalah lahirnya platform Connected Citizens yang dipakai oleh sistem Jakarta Smaty City. Dia menuturkan, platform itu dimanfaatkan sistem kota pintar Jakarta untuk memantau dan mengevaluasi titik ganjil genap yang berlaku di beberapa ruas jalanan Jakarta.

Eisnor memuji inisiatif pemerintah Jakarta yang memberlakukan kebijakan ganji genap. Sebab kebijakan ini menutupi kekurangan dari kebijakan Three in One yang melahirkan isu sosial, yakni munculnya joki dan eksploitasi anak.

"Kebijakan Three in One itu ternyata meningkatkan kepadatan sampai 101 persen. Dan dengan ganjil genap, itu beri efek positif, tak ada ruang joki dan eksploitasi anak," ujar Eisnor dalam acara Google for Indonesia 2017 di Jakarta, Kamis 24 Agustus 2017.

Bos Waze ini melihat berdasarkan data statistik, uji coba ganjil genap malah menurunkan waktu perjalanan sampai 19 persen. Menurut Eisnor, pencapaian itu tergolong fenomenal.

"Mereka (Jakarta Smart City) berbagi kasus dengan banyak mitra dan skema ini (ganjil genap) dijalankan di negara lain. Terima kasih Jakarta!" ujarnya.

Program kendaraan ganjil genap memang dijalankan di era mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Prosesnya, di tanggal ganjil, hanya mobil bernomor plat belakang ganjil yang boleh melintas di wilayah tertentu di Jakarta. Awalnya wilayah yang diberlakukan hanya Semanggi - Kuningan.

Saat ini sedang dikaji kebijakan untuk memperluas aturan ganjil genap di beberapa wilayah lain, seperti di jalan tol Cikampek, Bundaran Senayan, bahkan di Bekasi juga. Aturan ini juga kabarnya akan diberlakukan untuk pemotor di kemudian hari.