Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 31 Agustus 2017 | 11:29 WIB
  • Keanehan Saracen dan Vietnam Rose

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Keanehan Saracen dan Vietnam Rose
Photo :
  • VIVA.co.id/twitter
Tampilan muka akun Twitter SaracenNews.com.

VIVA.co.id – Polisi menuding Kelompok penyebar ujaran kebencian dan hoaks di media sosial, Saracen, beraksi menyebarkan konten negatif melalui 800 ribu akun Facebook. Saracen mengaku mendapatkan ratusan ribu akun dari Vietnam tersebut setelah meretasnya.

Saracen membantah tudingan polisi, dan mengklaim mereka berjasa memberantas hoaks dan konten porno yang disebarkan akun Vietnam pada 2015. 

Perusahaan keamanan internet, Vaksincom, menduga insiden keamanan yang melibatkan peretas Vietnam dan korbannya banyak dari pengguna media sosial di Indonesia adalah insiden Vietnam Rose. Insiden tersebut terjadi pada 2015. 

Peneliti Vaksincom, Alfons Tanujaya, menuliskan ada yang janggal dari Saracen yang dalam mendapatkan 800 ribu akun tersebut. Sebab, bentuk akun tersebut adalah database yang berisi username dan password saja. Menurut Alfons sangat sulit untuk mendapatkan 800 ribu database akun tersebut jika dilakukan dengan cara konvensional. 

"Untuk menguasai data tersebut harus memiliki akses langsung ke server database pembuat server Vietnam Rose," kata dia dalam penjelasannya keterangannya dikutip Kamis, 31 Agustus 2017. 

Alfons menyebutkan, ada dua kemungkinan Saracen mendapatkan 800 ribu akun tersebut. Pertama, Saracen memang memiliki kemampuan tinggi dalam meretas sebuah akun, sehingga sampai sukses membobol server pembuat Vietnam Rose. 

Kemungkinan kedua, kata dia, kelompok Saracen justru bagian dari Vietnam Rose. Kemungkinan Saracen punya akses ke database Vietnam Rose. 

Alfons menilai ada yang janggal dengan klaim Saracen yang berjasa membasmi banjirnya konten negatif dari akun Vietnam. Sebab keberhasilan dan sepak terjang Saracen membasmi grup Vietnam penyebar Vietnam Rose pada 2015, tak pernah terpublikasi. 

"Malahan sebaliknya grup Saracen ini tertangkap menyebarkan posting berbau SARA (suku, ras, agama dan antargolongan) dan hoaks," tuturnya. 

Catatan Vaksincom menunjukkan pengguna Facebook Indonesia merupakan korban Vietnam Rose terbesar. Statistik Vaksincom menunjukkan tiap kali Vietnam Rose menyebarkan konten negatif, lebih dari 30 persen korbannya adalah akun Facebook Indonesia. Dengan demikian, korban Vietnam Rose terbesar berasal dari wilayah Indonesia. 

Menurut catatan Vaksincom, Vietnam Rose menjalankan aksinya ratusan kali, dengan korban sekitar 2 ribu sampai 15 ribu setiap kali posting. Jika di rata-rata setiap kali posting mendapatkan 7 ribu korban dan 80 persen tertipu memasukkan kredensial ke situs phishing, maka setiap kali aksinya ia mendapatkan 5.600 kredensial akun Facebook. 

Dengan asumsi posting konten porno dilakukan 150 kali maka total akun yang didapatkan adalah 840.000 akun dan sekitar 30 persen dari akun tersebut berasal dari region Indonesia.

Alfons menuturkan, alasan pengguna Facebook Indonesia selalu menjadi korban terbesar Vietnam Rose dibanding negara lain yaitu posting Vietnam Rose itu memang sengaja disebarkan di grup-grup Facebook berbahasa Indonesia. Dan kedua, dibandingkan negara lain, pengguna Facebook Indonesia banyak yang tertarik dengan postingan porno. (ase)