Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 31 Agustus 2017 | 22:00 WIB
  • Jejak Vietnam Rose, dari Gadis Mabuk Sampai Saracen

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Jejak Vietnam Rose, dari Gadis Mabuk Sampai Saracen
Photo :
  • www.pixabay.com/Geralt
Ilustrasi menonton video porno

VIVA.co.id – Polisi menuding Kelompok penyebar ujaran kebencian dan hoaks di media sosial, Saracen, beraksi menyebarkan konten negatif melalui 800 ribu akun Facebook.

Saracen mengaku mendapatkan ratusan ribu akun dari Vietnam tersebut setelah meretasnya. Saracen membantah tudingan polisi, dan mengklaim mereka berjasa memberantas hoaks dan konten porno yang disebarkan akun Vietnam pada 2015. 

Perusahaan sekuriti internet Vaksincom mengatakan, kemungkinan klaim peretasan yang dimaksud kelompok Saracen adalah Vietnam Rose. Pada 2015, Vaksincom mencatat terjadi insiden keamanan yang melibatkan peretas Vietnam dan korbannya banyak dari pengguna media sosial di Indonesia. Insiden ini dikenal sebagai insiden Vietnam Rose. 

Peneliti keamanan Vaksincom, Alfons Tanujaya menjelaskan, Vietnam Roze adalah bot yang memosting otomatis dan menyerang pengguna Facebook Indonesia pada pertengahan dua tahun lalu. 

Vietnam Rose mengeksploitasi kelemahan pada aplikasi Facebook dengan melancarkan kode tertentu yang disiapkan bot. Alfons menuturkan, bot ini bisa memosting pada dinding akun Facebook yang menjadi korbannya dan grup yang diikuti akun korban tersebut. 

Alfons mengatakan, kemampuan Vietnam Rose untuk menyerang korbannya ini sempat merepotkan Facebook.

"Bot ini memanfaatkan celah keamanan pada aplikasi Facebook, HTV Sense dan aplikasi Smartphone Blackberry dan sudah dibasmi oleh administrator Facebook," tulis Alfons dalam keterangan yang diterima VIVA.co.id, Kamis 31 Agustus 2017.

Bot ini memang juga pernah menyebarkan konten porno yang sempat heboh menyasar pengguna Facebook di Indonesia dua tahun lalu. Kalau Anda ingat, dua tahunan lagi, beberapa pengguna Facebook di Indonesia dipaparkan konten porno yang bertema Gadis Mabuk, yang merupakan ulah dari bot. 

"Vietnam Rose adalah metamorfosis dari bot Gadis Mabuk yang sebelumnya mengeksploitasi Add ons Chrome dan Firefox untuk melakukan autopost pada akun Facebook yang menjadi korbannya," kata dia. 

Pada banyak versi dari Vietnam Rose, pembuatnya mengelabui korbannya untuk melakukan log in Facebook dengan menampilkan situs phishing pencuri password dan Alfons mensinyalir, data inilah yang disalahgunakan oleh Saracen.

Vietnam Rose menyasar korbannya dengan membagi postingan pada dinding Facebook korban dan semua grup yang diikuti korbannya.

Salah satu karakter Vietnam Rose adalah begitu sukses menguasai satu akun Facebook, kemudian akan memosting gambar syur dan membuat risih korbannya, karena malu dengan teman di Facebooknya. Tak cukup di situ saja, Alfons menjelaskan, Vietnam Rose juga akan menyerang grup Facebook yang diikuti korbannya dengan konten vulgar lainnya. 

Atas serangan tersebut, Alfons menuturkan, administrator server Facebook sudah lumayan tanggap, karena dalam waktu kurang dari 30 menit semua postingan vulgar disedot dan dihilangkan untuk menekan korban lebih banyak. 

Tapi pembuat Vietnam Rose memang cerdik. Mereka menjalankan aksinya dalam beberapa jam kemudian dengan mengubah gambar vulgar dengan gambar syur lainnya, disertai mengubah teks posting spam porno yang tak mampu dibendung korban akun Facebooknya. 

Alfons menuturkan, pada banyak varian Vietnam Rose diselipkan kode pencuri kredensial Facebook yang mana pembuatnya menggunakan trik yang canggih. 

"Jika pengakses ingin melihat video porno yang dijanjikan, mereka harus melakukan log in menggunakan kredensial Facebooknya. Alasannya bermacam-macam, dari verifikasi umur atau sistem berpura-pura eror sehingga meminta log in ulang," ujarnya. (mus)