Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 1 September 2017 | 05:30 WIB
  • Astronaut Temukan 'Laba-laba' di Planet Mars

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Astronaut Temukan 'Laba-laba' di Planet Mars
Photo :
  • www.pixabay.com/ChadoNihi
Ilustrasi permukaan Planet Mars.

VIVA.co.id – Para astronom menemukan ‘laba-laba’ di Planet Mars. Mereka tak pernah menduga akan menemukan fenomena ini sebelumnya. 'Laba-laba' yang dimaksudkan adalah formasi geologi
yang terbentuk di planet merah tersebut.

Spider atau 'araneiforms', nama ilmiah temuan ini, terbentuk selama musim dingin berlangsung di Planet Mars saat karbondioksida berubah menjadi es kering.

Ketika musim dingin berubah menjadi musim semi, sinar matahari menembus lapisan es dan menghangatkan tanah di bawahnya. Es yang terpapar sinar matahari ini, kemudian meleleh dan menyebabkan erosi.

Akan tetapi, karbondioksida tidak lagi menempel di dalam cairan es tersebut dalam waktu lama. Karbondioksida menguap dan kembali berubah menjadi gas. Es yang berubah menjadi gas itu lalu menarik potongan-potongan tanah Planet Mars ke segala arah.

Hasil akhir dari proses ini adalah permukaan tanah Mars yang berbentuk menjadi cabang-cabang menyerupai kaki laba-laba atau Spider. Universitas Oxford yang memimpin perburuan Spider Martian - Martian merupakan sebutan untuk penghuni Planet Mars," ungkapnya, dikutip dari Sputniknews, Kamis, 31 Agustus 2017.

Martian memanfaatkan kamera HiRISE (High Resolution Imaging Experiment) untuk mengawasi fenomena unik ini, karena kamera tersebut mampu memantau Kutub Selatan Mars.

HiRISE ditempatkan di atas Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA dan Departemen Astrofisika di Oxford, yang menjadi tuan rumah proyek Zooniverse, di mana para relawan dapat menyisir foto-foto HiRISE untuk mencari Spider dan fenomena geologi Mars lainnya.

Meg Schwamb melalui multinasional Gemini Observatory, dengan hadirnya banyak pasang mata yang menjelajahi gambar, kita tahu bahwa SPLD bukanlah satu-satunya tempat di mana Spider terbentuk.

Ia memahami kalau proses pembentukan jet karbondioksida yang lebih baik. Proses jet karbondioksida yang membentuk 'laba-laba' adalah ini fenomena yang aneh," tambahnya.

Schwamb mengatakan, satu-satunya benda angkasa yang diduga memiliki jet ini adalah satelitnya Neptunus, yaitu Triton. Dengan mempelajari Spider dan jet tersebut, para ilmuwan belajar lebih banyak mengenai perbedaan Mars dan Bumi.