Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 2 September 2017 | 16:46 WIB
  • Alasan Webtoon Korea Masih Kurang Diminati di Indonesia

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Afra Augesti
Alasan Webtoon Korea Masih Kurang Diminati di Indonesia
Photo :
  • VIVA.co.id/Afra Augesti
K-Content Expo 2017

VIVA.co.id – Berbagai konten kreatif ala Korea dihadirkan oleh KOCCA (Korea Creative Content Agency) Indonesia dalam perhelatan pameran bertajuk K-Content Expo 2017. Pameran ini merupakan pameran industri konten kreatif Korea yang digelar pada 2 hingga 3 September 2017 di Hall C, JIExpo Kemayoran.

K-Content Expo 2017 menghadirkan lebih dari 40 perusahaan konten kreatif Korea sebagai eksibitor yang terbagi atas K-Pop, TV Content, Game, Animation & Character, Comic, dan Beauty. Di tiap pavilion konten, pengunjung akan disuguhkan dengan pengetahuan dan pengalaman menyenangkan melalui berbagai game, VR, dan demo produk.

Di pavilion Animation, Character and Comic, misalnya. Para penggemar komik disuguhkan dengan beragam gambar-gambar seru dan menarik melalui website dan platform K-webtoon, sebuah situs khusus kartun.

"Platform untuk memperkenalkan webtoon (website kartun) dari Korea, namanya K-webtoon, baik itu yang sudah ada di Indonesia, seperti Comica dan Torycomics, dan juga webtoon yang diperkenalkan dari Korea ke internasional," ujar Global Business Team Komacon, Lee In-chul, saat berbincang dengan VIVA.co.id di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu 2 September 2017.

Ia menjelaskan, di acara ini, ada empat perusahaan webtoon Korea yang ingin memperkenalkan karya mereka ke pemuda Indonesia. Keempatnya ialah Dream Comeus, Jaedam Media, Ultra Media, dan Toyou's Dream. Lee mengatakan, perusahaan-perusahaan webtoon ini ingin membangun relasi dengan komika atau bahkan pemerintah Indonesia dengan mengembangkan industri kreatif tersebut.

"Empat perusahaan ini ingin kerja sama dengan Indonesia. Mereka sedang mencari tahu, orang Indonesia sebenarnya minatnya kemana sih? Dan juga, mereka mencari tahu bagaimana cara membangun kerja sama dengan Indonesia di sektor ini, komik website. Korea kan enggak melulu soal K-Pop ya, enggak melulu soal drama Korea," jelasnya.

Meski kawasan JIExpo Kemayoran dibanjiri oleh fans berat K-Pop, akan tetapi minat dan antusiasme pengunjung, yang sebagian besar terdiri anak muda ini, masih dinilai kurang untuk mengunjungi pavilion Animation, Character and Comic. Walau terbilang ramai, sebagian besar dari mereka lebih cenderung membaca bentuk fisik komik itu sendiri ketimbang membacanya melalui platform digital atau webtoon.

"Satu kelemahannya, mungkin karena sinyal internet di sini lemot ya. Jadi mereka malas untuk menunggu lama dan membacanya melalui gadget. Atau mungkin, mereka memang tipe kutu buku, jadi lebih memilih komiknya dibanding webtoon," kata Lee.