Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 September 2017 | 09:16 WIB
  • Studi: Puluhan Juta Nyawa Manusia akan Selamat dengan Vaksin

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Studi: Puluhan Juta Nyawa Manusia akan Selamat dengan Vaksin
Photo :
  • ANTARA FOTO/Maulana Surya
Ilustrasi pemberian vaksin.

VIVA.co.id – Sebuah studi baru yang dikeluarkan The Vaccine Alliance memprediksi bahwa program vaksinasi akan menyelamatkan 20 juta nyawa manusia di seluruh negara miskin di dunia pada 2020.

The Vaccine Alliance, sebuah organisasi global yang bertujuan memperbaiki akses vaksinasi di negara termiskin di dunia, mengatakan bahwa imunisasi tak hanya bermanfaat untuk mencegah kematian, tapi juga sebagai alat penghematan biaya perawatan kesehatan secara besar-besaran.

Tim ilmuwan dari organisasi tersebut secara khusus mengukur dampak ekonomi dari vaksinasi di negara-negara dengan pendapatan rendah. Mereka menemukan bahwa cara ini sangatlah efektif memangkas anggaran negara-negara miskin dunia sebesar US$350 miliar (Rp4.600 triliun) per tahun.

Ilmuwan ini juga menyelidiki dampak Gavi, yang dibentuk pada 2000 oleh Yayasan Bill & Melinda Gates dengan menggelontorkan dana sebesar US$750 juta (Rp9,9 triliun) selama lima tahun.

Sejak didirikan, mengutip Sciencealert, Selasa, 5 September 2017, Gavi berhasil mempertemukan pemerintah dan swasta, di mana ini merupakan hal langka, untuk memperbaiki sistem kesehatan dan layanan bagi anak-anak.

Usaha ini membuahkan hasil memuaskan. Tim peneliti berfokus pada 73 negara di seluruh dunia dengan pendapatan nasional per kapita pada 2003 di bawah US$1.000 (sekitar Rp13 juta). Negara-negara yang menerima bantuan Gavi di antaranya Afghanistan dan Zimbabwe sejak 2001.

Dengan mengumpulkan data vaksin tahunan pada 10 penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin umum serta menambahkan data dari perkiraan strategi Gavi, ilmuwan mengembangkan sebuah model untuk menghitung dampak ekonomi dari upaya ini.

Penyakit yang dimaksud seperti campak, rotavirus, dan Haemophilus influenzae tipe B, memiliki dampak tinggi pada masyarakat dan dikenal sebagai 'beban penyakit'.

Beban ini dapat dihitung, sehingga tim menghitung biaya dari tiap penyakit, seperti kehilangan dan mengurangi produktivitas karena kematian atau cacat tubuh, biaya pengobatan, biaya transportasi dan sebagainya. Tak hanya itu, tim ilmuwan juga memperkirakan jumlah kasus yang bisa dihindari dengan vaksinasi.

Mereka menyebut bahwa antara 2001-2016, berdasarkan hasil vaksinasi yang diselidiki, maka masing-masing negara yang didukung oleh Gavi berharap dapat memangkas rata-rata sekitar US$5 juta (Rp65,63 miliar) untuk biaya pengobatan per tahun.

Dalam tiga tahun ke depan, vaksinasi hanya ditujukan untuk 10 jenis penyakit dengan target menyelamatkan 20 juta nyawa, mencegah 500 juta kasus penyakit serta 9 juta kasus kecacatan jangka panjang.

Selain itu, vaksinasi juga akan membawa manfaat yang dapat disetarakan dengan US$820 miliar (Rp10.762 triliun) pada 2020. Kini, penelitian program vaksinasi ini telah dipublikasikan di Bulletin of the World Health Organization. (one)