Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 September 2017 | 11:49 WIB
  • Teknologi Infrared Baru Bikin Wi-Fi 100 Kali Lebih Cepat

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Teknologi Infrared Baru Bikin Wi-Fi 100 Kali Lebih Cepat
Photo :
  • REUTERS
Tanda fasilitas Wi-Fi wifi gratis di Kota New York AS

VIVA.co.id – Peneliti dari Belanda mengklaim telah menemukan cara untuk membuat arus internet wi-fi menjadi lebih cepat. Bahkan mereka menjanjikan teknologi baru itu bisa membuat wi-fi 100 kali lebih cepat menghantarkan data.

Para peneliti dari Eindhoven University of Technology itu mengembangkan jaringan internet nirkabel berbasis pancaran sinar infra merah. Kapasitas dari teknologi infra merah baru itu mampu mengirimkan sinyal video dengan kecepatan 40 gigabytes per detik (Gbps) sekali pancar. Ini bisa dilakukan menggunakan terahertz ketimbang gelombang mikro tradisional.

Dilansir melalui laman The Manufacturer, sistem ini bisa diartikan mampu membuat data dikirim lebih cepat. Bahkan online streaming sekalipun. Saat ini, rata-rata jaringan nirkabel hanya mampu menghantarkan data dengan kecepatan 5000 megabytes per second (Mbps).

"Data nirkabel pada sistem baru ini tercipta dari beberapa pusat 'antena ringan' yang bisa dengan tepat mengarahkan pancaran cahaya ke targetnya, disuplai dengan fiber optik. Antena ringan yang dimaksud di sini terdiri dari sepasang kisi atau besi yang memancarkan cahaya dalam panjang gelombang yang berbeda dari sudut pandang yang berbeda pula," ujar ketua tim peneliti dari proyek ini, yang juga profesor komunikasi broadband dari Eindhoven University of Technoloy, Ton Koonen.

Kelebihan dari teknologi transfer data ini, kata Koonen, adalah kapasitasnya tidak bisa dibagi-bagi. Setiap pengguna akan mendapatkan kapasitas yang dibutuhkan dan kecepatan yang terjamin.

Penemuan ini dianggap cukup menjanjikan untuk masa depan internet di dunia. Oleh karena itu, tim peneliti dari Eindhoven University of Technology berupaya untuk mencari pendanaan guna meneruskan proyek ini. Targetnya adalah membuat teknologi tersebut bisa diimplementasikan dan diadopsi banyak orang dalam kurun lima tahun ke depan. (one)