Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 21:20 WIB
  • Vivo Vs Samsung, Siapa Terbesar Belanja Iklannya?

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Vivo Vs Samsung, Siapa Terbesar Belanja Iklannya?
Photo :
  • VIVA.co.id/Afra Augesty
Peta belanja daring

VIVA.co.id – Belanja iklan secara garis besar masih menunjukkan tren peningkatan untuk periode Januari hingga Juli 2017. Dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016, pertumbuhan belanja iklan bergerak positif sebesar 6 persen dan lebih dipengaruhi oleh kenaikan tarif.

Executive Director Media Nielsen Indonesia, Hellen Katherina menyebutkan, untuk periode Januari hingga Juli 2017, kategori-kategori produk yang mendorong pertumbuhan di antaranya adalah telekomunikasi dan layanan daring. Masing-masing tumbuh 32 persen dan 31 persen hingga mencapai Rp3,7 triliun dan Rp3,2 triliun.

"Untuk kategori layanan online, tiga pengiklan terbesar dan pendorong pertumbuhan untuk periode ini adalah Traveloka, Agoda, dan Shopee. Sampai sekarang, masih banyak e-commerce yang pasang iklan di media konvensional, mereka masih agresif. Dominannya di TV ya karena mereka mencoba men-drive lebih banyak orang," ucap Hellen kepada VIVA.co.id, usai memaparkan temuan perusahaannya di Mayapada Tower, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Hellen menilai, peningkatan tersebut disebabkan oleh faktor gaya hidup konsumen yang semakin mendekat ke arah digital, sehingga mempengaruhi ketatnya kompetisi para penyedia jasa telekomunikasi dan layanan daring, khususnya e-commerce.

Sementara itu, pertumbuhan di kategori telekomunikasi sangat dipengaruhi oleh belanja iklan Vivo yang meningkat 59 kali dibandingkan tahun lalu hingga mencapai Rp462,4 miliar. Samsung berada di urutan berikutnya dengan belanja iklan mencapai Rp372,1 miliar dan meningkat sebesar 14 kali dari belanja iklan pada 2016,

"Pengiklan semakin gencar beraktivitas di berbagai media. Terbukti, pertumbuhan belanja iklan kedua kategori produk ini sangat kuat pertumbuhannya, apabila dibandingkan dengan kategori produk pengiklan terbesar lainnya” kata Hellen.

Bila dilihat berdasarkan medianya, TV masih mempunyai kontribusi terbesar dengan total belanja iklan mencapai Rp65,1 triliun, disusul oleh belanja iklan koran sebesar Rp15,6 triliun, lalu belanja iklan di radio untuk periode Januari hingga Juli 2017 yang telah mencapai Rp811,8 miliar. Angka-angka tersebut bahkan melebihi belanja iklan di majalah dan tabloid, yaitu Rp686,6 miliar.