Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 21:43 WIB
  • Januari-Juli 2017, Belanja Iklan di Radio Rp700 Miliar Lebih

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Januari-Juli 2017, Belanja Iklan di Radio Rp700 Miliar Lebih
Photo :
  • www.pixabay.com/Joe007
Ilustrasi siaran radio.

VIVA.co.id – Radio saat ini didengarkan oleh sekitar 37 persen dari populasi, atau setara dengan kurang lebih 20,2 juta pendengar di 11 kota di Indonesia. Lama waktu mendengar mereka rata-rata hingga 129 menit per hari.

Angka penetrasi radio bervariasi di 11 kota besar tersebut, Palembang menjadi kota dengan penetrasi tertinggi yaitu hingga 98 persen. Data ini diungkapkan oleh Nielsen Consumer & Media View dari Nielsen Indonesia.

Executive Director Media Nielsen Indonesia, Hellen Katherina menyebutkan, pendengar menggunakan radio tidak hanya sebagai music player, tetapi juga dipengaruhi oleh preferensi terhadap program, yakni sebanyak 25 persen, dan karakter presenter sebanyak 24 persen.

"Kedua hal tersebut menjadi kekuatan unik radio, yaitu kemampuannya untuk berinteraksi dengan pendengar, sesuatu yang tidak dimiliki oleh alat pemain musik lainnya," kata Hellen di Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Ia menambahkan, sebanyak 54 persen konsumen juga menaruh kepercayaan terhadap produk yang beriklan di radio. Angka ini lebih tinggi dari tingkat kepercayaan konsumen terhadap iklan di sinema, yaitu 53 persen, ataupun video online dengan jumlah 48 persen.

Beberapa hal dari iklan radio yang menarik bagi pendengar antara lain adalah Kualitas Komedi, disebutkan oleh 37 persen pendengar, Jalan Cerita sebesar 12 persen, dan Informatif sebesar 9 persen.

Sepanjang Januari hingga Juli 2017, radio menghasilkan hingga lebih dari Rp100 miliar belanja iklan per bulannya. Walaupun jangkauannya bersifat lokal, radio juga mampu menjadi medium komunikasi bagi pengiklan nasional.

Porsi pengiklan nasional di berbagai kota bisa mencapai hingga dua pertiga dari total belanja iklan. "Karakter dan profil tiap kota yang berbeda-beda juga mempengaruhi kontribusi kategori-kategori tertentu untuk beriklan," papar Hellen.

Ia mencontohkan Bandung dan Yogyakarta yang mempunyai porsi share belanja iklan sektor pendidikan lebih besar dibandingkan dengan di kota lainnya, karena banyaknya institusi pendidikan tinggi di kedua kota tersebut.

Pengiklan dengan jumlah belanja iklan terbesar di radio adalah Wings Food yang mencapai Rp24,1 miliar. Di urutan berikutnya adalah Shell dengan belanja iklan radio mencapai Rp20 milliar sepanjang Januari hingga Juli 2017.

Shell memilih radio sebagai platform utama untuk beriklan dengan menempatkan 68 persen dari total belanja
iklan di berbagai media.

Di deretan pengiklan terbesar juga terdapat produk pelumas lain yaitu Castrol dan Pertamina di urutan keempat dan kelima dengan belanja iklan radio masing-masing mencapai Rp10,5 miliar dan Rp10,2 miliar.