Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 19 September 2017 | 09:19 WIB
  • Benarkah Selera Orang Berubah Saat Menjalin Hubungan?

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Benarkah Selera Orang Berubah Saat Menjalin Hubungan?
Photo :
Ilustrasi pasangan membuat makanan bersama.

VIVA.co.id – Seseorang berubah dan beradaptasi saat mereka menjalin sebuah hubungan. Karena itu, fenomena ini membuat mereka terkadang menjadi lebih unik.

Studi menunjukkan bahwa seiring waktu berjalan, pasangan yang sering menerapkan hal-hal romantis dalam hubungannya cenderung memiliki kesamaan antara satu dan lainnya.

Pasangan muda disebut lebih memiliki tingkat kesehatan yang lebih tinggi seiring dengan semakin lamanya mereka bersama. Bahkan, roman wajah mereka pun akan terlihat mirip dari waktu ke waktu. Tak hanya itu, gejala yang sama bisa tampak pada selera makanan.

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Jurnal Appetite menjelaskan, semakin lama pasangan tersebut menjalin hubungan, semakin sama selera makanan atau selera rasa mereka.

Dalam penelitian tersebut, periset dari Polandia dan Jerman menyurvei 100 pasangan yang telah bersama selama tiga bulan hingga 45 tahun. Periset menguji indra penciuman dan pilihan setiap individu dengan meminta mereka untuk mengendus beberapa aroma seperti mawar, kayu putih, daging asap, dan kulit.

Para peneliti kemudian melukiskan serangkaian rasa dari apa yang dikecap oleh lidah orang-orang tersebut, lalu didapatkan hasil yang manis, asin, asam, dan pahit.

Semakin lama pasangan itu hidup bersama, semakin besar kemungkinan mereka mempunyai preferensi yang sama mengenai bau-bauan dan rasa. Penulis penelitian tidak dapat mengatakan secara gamblang tentang alasan pasangan-pasangan tersebut cenderung menyukai selera yang sama ketika mereka berdua.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa ketika pasangan tinggal di satu rumah atau makan, mereka cenderung memakan jenis makanan yang rasanya sama-sama mereka sukai.

"Berada dalam lingkungan dan kebiasaan yang sama, mengakibatkan timbulnya stimulasi penciuman dan perasaan yang serupa pula," tulis para peneliti sebagaimana mengutip TIME, Selasa 19 September 2017.

Ikatan biologis pun bisa muncul di antara kedua orang yang menjalani hubungan. Seseorang mungkin memilih untuk hidup bersama orang lain yang juga memiliki kesamaan selera sejak awal mereka saling kenal.

Namun, penelitian yang ada saat ini lebih menitikberatkan pada ciri kepribadian ketimbang preferensi rasa. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami penyebab menyatunya selera orang dalam sebuah hubungan. (art)