Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 22 September 2017 | 07:37 WIB
  • Masuk Indonesia, Live Streaming Ini Haramkan Pornografi

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Masuk Indonesia, Live Streaming Ini Haramkan Pornografi
Photo :
  • VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Head of Content Operation Kitty Live Elia Wong

VIVA.co.id – Pasar digital Indonesia terus menarik perhatian penyedia layanan dari luar negeri. Karakteristik masyarakat Indonesia yang mudah menerima teknologi baru juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan layanan digital. 

Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh platform live streaming asal China, Kitty Live. Penyedia layanan ini telah hadir di Indonesia sejak November 2016, lima bulan setelah layanan tersebut lahir. Layanan tersebut telah menyedot minat pengguna Indonesia. 

"Pasar digital Indonesia sangat potensial ya. Kami melihat orang Indonesia tak bisa lepas dari gadget dan smartphone mereka. Indonesia juga kami lihat terbuka dengan teknologi baru seperti ini (live streaming). Jadi kami melihatnya secara pasar potensial," ujar Head of Content Operation Kitty Live, Elia Wong, Rabu malam, di Jakarta, 20 September 2017. 

Dia menunjukkan bukti potensi pasar digital itu bisa dilihat dari perkembangan jumlah pengguna platform live streaming tersebut. Meski sebelumnya pasar Indonesia sudah banyak kehadiran sejumlah platform serupa, seperti Bigo Live, Nono Live dan lainnya, Kitty Live tetap mendapatkan ceruk pasar. 

Elia mengungkapkan, per September 2017, jumlah pengguna Kitty Live secara global mencapai 50 juta pengguna, dari jumlah tersebut 20 juta merupakan pengguna Indonesia. Sementara di tanah air, sampai saat ini Kitty Live memiliki 9 juta broadcaster atau penyiar. 

Angka tersebut bersaing dengan jumlah pengguna Bigo Live. Menurut data per Maret 2017, jumlah pengguna Bigo secara global mencapai 70 juta pengguna, dan 30 juta pengguna aktif bulanan dari Indonesia.

Elia mengatakan, pertumbuhan pengguna Kitty Live yang tinggi itu karena mereka memiliki konten berbeda dibanding yang lainnya. Para broadscaster atau host Kitty Live diarahkan menghadirkan konten yang menghibur dan bijaksana, berbasis dengan talenta para penyiar. Misalnya broadcaster menampilkan bakat menyanyi, berdrama, dan konten kreatif lainnya yang menarik minat para penonton. Untuk menciptakan konten yang kreatif tersebut, Kitty Live berupaya terus menjaring para broadcaster yang benar-benar bisa mendulang penonton atau disebut infleuncer

"Kami lagi bangun dan gandeng influencer yang punya bakat dan jaringan kuat, sehingga (penonton) bisa menghabiskan banyak waktu (live steaming) dengan influencer ini," jelasnya. 

Salah satu influencer Kitty Live yang didapuk untuk menarik penonton yakni jebolan Indonesian Idol, Rini Wulandari.

Kitty Live menyadari citra platform live streaming di Indonesia memang lekat dengan konten negatif, misalnya konten porno. Aplikasi asal China ini menegaskan komitmen mereka untuk menghadirkan konten positif.

Elia menuturkan, perusahaan sudah menyiapkan sistem dan tim khusus pengawasan konten selama 24 jam non stop, terus menerus, untuk berpatroli. Jadi begitu ada ketahuan yang memunculkan konten negatif, Kitty Live akan langsung memblokirnya. 

Terkait dengan model bisnis, secara umum sama dengan penyedia live streaming yang sudah ada. Para broadcaster Kitty Live mendapatkan pundi-pundi uangnya dari gift yang diberikan penonton. Selain itu broadcaster bisa mendapatkan tambahan dari Kitty Live tiap bulannya berbasis berapa banyak siaran yang dilakukan dan jumlah gift yang diterima. Para broadcaster juga mendapatkan 'sampingan lain' dari para vendor yang menyewa bakat mereka dalam siaran

Konten lokal

Layanan Kitty Live sejauh ini sudah hadir di Thailand, Indonesia, Malaysia dan Singapura. Kitty Live mencatat ada yang menarik dari pengguna Indonesia, yang mana paling banyak dan suka melakukan siaran. 

Elia menuturkan, secara fitur, Kitty Live tak membedakan antara Indonesia dengan negara lainnya. Namun untuk lebih menarik minat pengguna Indonesia, Kitty Live mengembangkan konten lokal sesuai dengan tren yang terjadi di tanah air. 

"Kami hadirkan gift khusus, saat Agustusan, Ramadan. Kami lokalisasi konten di situ," ujarnya. 

Terkait dengan legalitas Kitty Live dalam berbisnis di Indonesia, Elia menegaskan Kitty Live telah legal berada di Indonesia. Mereka telah punya kantor di kawasan jakarta Selatan, dan mempekerjakan karyawan lokal. 

Total jumlah karyawan Kitty Live di Indonesia yakni 22 orang, dengan komposisi 20 karyawan dari Indonesia dan dua dari China. 

Selain layanan live streaming, platform ini juga menghadirkan media sosial live streaming berbasis lokasi, Mico. Layanan ini memungkinkan pengguna bisa menemukan teman baru di sekitar lokasi berbasis video dan live streaming pendek. Saat ini jumlah pengguna Mico di Indonesia lebih dari 20 juta pengguna dan pengguna global mencapai 50 juta.